Pelni Antar Siswa Maluku Belajar di DKI Jakarta

    0
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Pelni bersama PT Pegadaian merekrut dan membekali serta memberangkatkan siswa Provinsi Maluku untuk belajar di Ibu Kota Jakarta dalam rangka program Siswa Mengenal Nusantara (SMN). Program SMN merupakan program pertukaran siswa setingkat SMU antar provinsi. Pada tahun 2019, Pelni mengirim 23 siswa Maluku ke DKI Jakarta dan menerima siswa DKI Jakarta untuk mengenal provinsi Maluku.

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, siswa dari Provinsi Maluku diterima PIC DKI Jakarta yang terdiri dari PT Pupuk Indonesia, PT JIEP, PT Indra Karya, PT Virama Karya, dan Perum PPD. Siswa Maluku pada hari pertama hingga 3 hari ke depan akan mengikuti program bela negara di Batalion Komando 461 Paskhas Angkatan Udara, Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

    Selama di DKI Jakarta, lanjut Yahya, para siswa akan mengunjungi sejumlah tempat dan belajar berbagai hal, diantaranya kewirausahaan (Entrepreneurship), bertemu pejabat Kementerian BUMN, naik MRT yang merupakan transportasi modern di Jakarta. "PELNI berharap pengalaman para siswa peserta SMN 2019 dapat menceritakan pengalaman yang dialami mereka melalui media sosial, sehingga bisa diketahui oleh teman sekolah, guru maupun masyarakat di daerah masing-masing," tegas Yahya.

    Para siswa Maluku yang dilepas Gubernur Maluku Murad Ismail itu merupakan siswa terbaik hasil seleksi dari 11 kabupaten/kota di Maluku, akan mengikuti program SMN digelar Kementerian BUMN melalui program "BUMN Hadir Untuk Negeri" tahun 2019 di provinsi DKI Jakarta sebelumnya dibekali teknik jurnalistik dan media sosial oleh Pelni-Pegadaian dengan narasumber dari Perum LKBN Antara.

    Gubernur meminta 23 siswa untuk mempromosikan Maluku yang kaya akan sumber daya alam terutama kelautan dan perikanan serta pariwisata dan budaya yang hingga kini masih alamiah dan belum tergerus perkembangan zaman. Gubernur juga mengapresiasi program SMN sebagai upaya menanamkan rasa bangga terhadap bangsa yang memiliki keberagaman kekayaan nusantara melalui pertukaran pelajar dan budaya antar provinsi yang sangat bermanfaat bagi para siswa.

    Menurut dia, program BUMN Hadir Untuk Negeri yang digagas Kementerian BUMN sejak tahun 2015, selain mempererat silaturahmi siswa berbagai daerah, juga memperluas wawasan dan pengalaman untuk lebih mengenal dan mengetahui keberagaman budaya dan tradisi di Tanah Air.

    Gubernur meminta 23 siswa asal Maluku yang akan mengikuti program SMN untuk belajar tentang potensi alam, sosial budaya, pendidikan serta potensi besar masing-masing daerah, terutama provinsi DKI Jakarta yang menjadi tempat pertukaran siswa Maluku. "Ini ibukota negara. Beragam program pembangunan mewarnainya, dan berbanding terbalik dengan Maluku. Tetapi tetap jaga dan junjung tinggi nama baik Maluku selama di sana," kata Gubernur. (son)