Tingkatkan Keamanan Penerbangan, Kemenhub Gandeng Sejumlah Negara

    22
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan keamanan penerbangan nasional. Salah satunya dengan mempererat kerja sama terkait program keamanan penerbangan, dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Internasional Air Transport Association (IATA) serta Negara Australia, Inggris dan Amerika Serikat yang ditandai dengan kegiatan Aviation Security Partners Coordination Meeting yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (17/8).

    Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menyambut baik dengan adanya meeting tersebut. Hingga saat ini, kata dia, Indonesia telah bermitra  dengan banyak negara pada bidang keamanan seperti Australia. “Indonesia berkomitmen mendukung secara penuh kerja sama  khususnya program-program keamanan penerbangan hal ini sejalan dengan Global Aviation Security Plan (GASeP),” kata Polana.

    Polana menjelaskan, keselamatan, keamanan penerbangan merupakan hal prioritas. Keamanan penerbangan harus dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku di dunia penerbangan internasional. Semua pemangku kepentingan dalam penerbangan seperti misalnya pengelola bandara, maskapai penerbangan dan masyarakat penumpang harus menjalankan standar dan prosedur keamanan penerbangan tersebut dengan baik, benar dan konsisten. "Saya berharap, diskusi ini akan produkfif dalam mendiskusikan perkembangan yang telah dicapai, dan kerjasama dengan Australia maupuan delegasi negara yang hadir bisa terus berlanjut,” harap Polana.

    Chris Waters selaku Minister Counsellor & Regional Director South – East Asia Region, Department of Home Affairs Kedutaan Besar Australia mengatakan, kerja sama Australia dan Indonesia saat ini berjalan baik. Ia menyebutkan, berbagai kerja sama yang telah direalisasikan di antaranya adalah di bidang keamanan penerbangan, standar jaminan mutu, lokakarya hingga pelatihan Bahasa Inggris yang dilakukan selama 12 minggu. "Kami sangat mendukung program Ditjen Hubud yang bedampak positif terhadap penerbangan di Indonesia. Tujuannya adalah menguatkan keamanan penerbangan. Semoga kita dapat melanjutkan kemitraan ini,” kata Chris.

    Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Dadun Kohar menambahkan, dalam meeting ini, Indonesia melalui Ditjen Hubud menyampaikan hal-hal yang tekait dengan program Aviation Security ke depan. “ Harapan kita untuk meningkatkan keamanan penerbangan di masa depan sehingga lebih sempurna dan jaminan keamanan lebih tinggi lagi,” katanya.

    Menurut Dadun, Direktorat Keamanan Penerbangan dalam mempertahankan dan meningkatkan keamanan penerbangan mengacu pada GASeP yang standarnya sesuai dengan ICAO. “Kita punya obsesi nilai keamanan harus lebih tinggi, saat ini nilai kita sudah lebih tinggi dan di atas rata-rata, untuk itu kita akan terus mempersiapkan diri untuk menghadapi ICAO   Universal Security Audit  Programme (USAP) validation audit di 2021 terkait corretive action plan keamanan  penerbangan di Indonesia,” jelasnya.

    Saat ini, Direktorat Keamanan Penerbangan ditjen Hubud  juga sudah melakukan kerjasama antaranya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Cyber Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN). Turut hadir dalam meeting perwakilan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, AirNav Indonesia, Aviation Security Liaison Officer, Department for Transport United Kingdom, Manager Operations Center Singapore, Transportation Security Administration, Department of Homeland Security, United States of America (USA), Regional AVSEC & FAL, ICAO Asia & Pacific Regional Office, Ross Lockie, Programme  Coordinator, Senior Aviation Security Advisor, Coorperative Aviation Security Programme – Asia Pacific Region of ICAO, Kyal Barter serta Regional Manager, Airport Passenger Cargo and Security, Asia Pacific IATA, Anchalle Gulati. (son)