Penggunaan Bensin Perburuk Polusi Jakarta

    14
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Berbagai upaya menekan polusi udara kota Jakarta mengalami kegagalan manakala kendaraan di Jakarta masih gandrung menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengak kualitas rendah, seperti jenis bensin premium dan atau bahan bakar dengan kandungan sulfur yang masih tinggi. Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Tulus Abadi di Jakarta, Kamis (22/8)

    Tulus juga menenekankan bahwa taksi online diberlakukan sebagai objek ganjil/genap. Sebab pada dasarnya taksi online adalah angkutan sewa khusus berplat hitam, setara dengan kendaraan pribadi, kecuali taksi online mau berubah ke plat kuning. Bahkan, kata Tulus, wacana pengecualian taksi online merupakan langkah mundur, bahkan merupakan bentuk inkonsistensi.

    Hal yang sama diungkapkan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio. Menurut Agus, upaya pemberian tanda khsusus bagi taksi online untuk dapat memasuki area atau lintasan ganjil-genap agar tidak diimplementasikan.

    Selain merupakan langkah mundur dan bentuk inkonsistensi, pengecualian yang diberikan kepada taksi online justru akan memperburuk polusi udara Jakarta dan menimbulkan kemacetan-kemacetan baru.

    Agus menegaskan, pemberian ruang atau kelonggaran terhadap suatu kebijakan, selain akan mengurangi esensi peraturan itu sendiri, juga akan menimbulkan permasalahan baru. Padahal suatu kebijakan atau peraturan dibuat dengan tujuan untuk mewujudkan ketertiban dan melindungi hak-hak masyarakat.

    Apabila ada pengecualian, kata Agus, berarti pemerintah selaku regulator justru melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri dan hal tersebut menjadikan ketentuan dan peraturan yang ada menjadi tidak efektif, dan berpotensi menimbulkan permasalahan baru. "Kalau banyak pengecualian ya sudah mending gak usaha. Nanti angkutan umum plat kuning protes," kata dia. (son)