Bamsoet : Akal Sehat Bangsa Indonesia Sedang Diuji

    13
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau yang disapa Bamsoet kembali meluncurkan buku terbaru ke-15 dengan judul ‘Akal Sehat’ di Posko Bamsoet, Menteng, Jakarta pusat, Rabu (28/8).

    Sejumlah tokoh menjadi pembicara dalam peluncuran buku tersebut antara lain, anggota DPR FPDI Perjuangan Maruarar Sirait, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo, dan cendekiawan muda Yudi Latif.

    Dalam sambutannya Bamsoet mengatakan tema akal sehat sengaja diipilih karena bangsa Indonesia sedang diuji berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    "Judul akal sehat sengaja dipilih karena momentumnya sangat tepat. Bangsa ini sedang diuji akal sehatnya. Kita hampir saja terbelah dengan pemilu legislatif dan pemimu presiden. Karena banyaknya orang pintar memproduksi hoaks. Banyak yang  kehilangan akal sehatnya," ujarnya.

    Bamsoet mengaku beruntung karena proses pemilihan akhirnya berjalan sukses dan damai. Namun, ia mengingahkan masihbasa satu tahapan lagi yang menjaei tahapan akhir pesta demokraai yaitu pelantikan anggota MPR/DPR/DPD RI pada 1 Oktober nanti yabg dilanjutkan dengan pelantikan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang.

    Bicara soal demokrasi saat ini, menurut Bamsoet menjadi persoalan. Karena pasca reformasi warga Indonesia terlalu bereuforia untuk mengadopsi sistem demokrasi luar yang liberal dan akhirnya berdampak hingga sekarang.
    Karenanya, Bamsoet menawarkan sebuah keyakinan akal sehat untuk menantang dan merefleksikan kembali, perlukah gaya demokrasi saat ini dipertahankan atau tidak. "Jadi saya mengajak siapapun mengkaji sistem demokrasi, apakah kita perlu ini diteruksan atau dievaluasi?" tegasnya.

    Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar inipjn menyinggung proses demokrasi di internal partainya, Partai Golkar yang kerap melanggar aturan dan jauh dari prinsip demokrasi menjelang musyawarah nasional (munas) untuk memilih ketua umumnya.
    Karena persoalan demokrasi di internal partainya itu membuat peluncuran bukunya itu sebenarnya akan dilakukan di Kantor DPP Golkar harus dipindah menjadi di Posko Bamsoet, posko pemenangannya untuk Golkar 1.

    Bamsoet mengungkapkan karena ada penjagaan ketat dan isu beredarnya video bermain judi, maka ia memutuskan untuk meluncurkan bukunya tersebut di Posko Bamsoet. "Tapi apa daya? kantor dijaga ketat. Bahkan di dalam dikabarkan dipakai untuk tempat berjudi. Kita juga agak kaget. Kok partai kita jadi seperti ini sekarang," sebutnya.

    Mengenai bukunya Bamsoet mengatakan bahwa menulis buku merupakan bagian dari relaksasi pemikiran agar tak jenuh menghadapi aktivitas politik yang penuh intrik. "Buku Akal Sehat merupakan buku terbaru saya yang ke-15. Menulis buku merupakan bagian dari relaksasi pemikiran agar tak jenuh menghadapi aktivitas politik yang penuh intrik," ujar Bamsoet. (har)