Tantangan Industri 4.0 Bidang Pertanian, Pemerintah Siapkan Sejuta Petani

    56
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menyambut Revolusi 4.0 di berbagai sektor, terutama di sektor pertanian. Untuk mendukung terwujudnya Revolusi 4.0, Kementerian Pertanian mengajak generasi milineal Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan perkembangan pertanian dengan program Satu Juta Petani. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Amran Suleiman saat membuka INAMARINE & INAGRITECH 2019 yang juga bersamaan dengan konferensi internasional The Challenges & Opportunies of Maritime & Agriculture Industry 4.0 di Jakarta, Rabu (28/8).

    Pembukaan acara dihadiri antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Capt Sudiono, Ketua IPRINDO Eddy Kurniawan Logam, Wakil Ketua ALSINTANI Henry Haryanto, dab Ketua MAI Fadel Muhammad.

    Mentan mengatakan, program ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak produksi komoditas pertanian yang berorientasi pada ekspor. Proses mewujudkan Satu Juta Petani di kalangan milenial tidaklah mudah, salah satunya adalah membenahi infrastuktur dan teknologi.

    Ia mengatakan, Kementerian Pertanian tengah mengajukan anggaran 2020, dari pagu anggaran sebesar Rp 20,53 triliun ditambah lagi Rp 12,04 triliun untuk pembangunan infrastruktur pertanian. Anggaran ini tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur tetapi juga untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pertanian.

    Apalagi, jelas Mentan, sektor pertanian adalah salah satu sektor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini dilihat dari necara dagang pertanian yang selalu surplus dalam lima tahun terakhir di berbagai Negara yang memiliki kerjasama dagang seperti Malaysia, China, Jepang, Korea dan Filipina serta Eropa.

    Belum lagi, kinerja Kementan dikatakan berhasil dalam 5 tahun belakangan ini. Kementan berhasil memacu pertumbuhan ekonomi di daerah lewat belanja alat mesin pertanian (alsintani) dan input produksi. Pasalnya setiap peningkatan 1 persen belanja alsintan maka akan mendoron 0.33 persen peningkatan subsector pertanian dan jasa pertanian di daerah.

    Realitas ini, kata Mentan, tentunya merupakan hal positif yang menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modal ke pasar Indonesia.

    Direktur PT Global Expo Management (GEM) Baki Lee mengatakan, GEM Indonesia menggelar pameran berskala internasional di bidang pertanian, INAGRITECH 2019. Di tahun ketujuh ini, INAGRITECH semakin mengukuhkan sebagai pameran dagang berskala internasional paling komprehensif dan terbesar di sektor industri pertanian.

    Pameran ini akan diselenggarakan bersamaan dengan INAPALM ASIA yang berfokus di sektor kelapa sawit, SUGARMACH di sektor gula, INAGRICHEM di sektor kimia pertanian dan FOOD MANUFACTURING di sektor teknologi makanan.

    Tidak hanya itu, untuk memberikan edukasi menghadapi Industri 4.0, GEM Indonesia menghadirkan konferensi international di bidang agrikultur (Indonesia Agriculture Technology Forum) yang akan mengusung tema “The.Challenges & Opportunies of Agriculture Industry 4.0”. Forum :ini akan menghadirkan pakar profesionabyang akan memaparkan inovasi terbaru dalam teknologi untuk menghadapi lindustri 4.0. (son)