Kurangi Kepadatan Menuju Ngurah Rai, Kemenhub Terapkan Penerbangan Berbasis Satelit

    39
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia saat ini. Untuk mengurangi tingkat kepadatan pergerakan pesawat, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama Airnav Indonesia sedang mencari solusi alternatif jalur penerbangan dari dan ke Bali.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, mengungkapkan, sejauh ini beban Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali sudah padat. Bandara ini, menjadi bandara tersibuk dan masuk dalam kategori level III berdasarkan data yang diperoleh dari  Internasional Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional. "Beban Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali saat ini cukup berat, untuk itu, kami sedang mencoba alternatif untuk mengatur kepadatan pesawat dari dan ke Bali,” kata Polana di Jakarta, Kamis (29/8).

    Alternatif yang akan ditawarkan nantinya, Polana menambahkan, tidak akan menyampingkan keselamatan, keamanan dan pelayanan operasional penerbangan, sebab hal tersebut merupakan prioritas utama pada penerbangan di Indonesia.

    Di lokasi terpisah, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir mengatakan, saat ini pesawat dari Jakarta menuju Bali melalui jalur penerbangan yang berada di utara saja dan menggunakan prosedur penerbangan konvensional. Untuk itu, akan dilakukan uji coba pemberlakuan  jalur alternatif dari jalur utara dan selatan pulau Jawa menggunakan prosedur penerbangan berbasis satelit (PBN). "Saat ini kami sedang membuat prosedur pada  jalur penerbangan yang berada di utara Pulau Jawa sedangkan untuk yang jalur di selatan Pulau Jawa sudah dipublikasi pada tanggal 17 Agustus 2017, jika sudah diterapkan seluruhnya diharapkan pendaratan dan keberangkatan pesawat udara di Bandar Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dapat berjalan lebih lancar,” kata Elfi.

    Elfi menambahkan, telah dilakukan rapat terkait validasi revisi SID dan STAR Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai antara Direktorat Navigasi penerbangan, Airnav Kantor Pusat dan Ainav Cabang Denpasar, dan juga perwakilan  dari para  maskapai,  untuk membahas  prosedur pada jalur penerbangan menggunakan PBN yang akan menghubungkan 4 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar) rencana akan dipublikasi pada tanggal 5 Desember 2019 dan efektif digunakan pada tanggal 30 Januari 2020, tanggal ini dipilih agar pada awal effective  date tidak pada masa peak season dan mengakomodir waktu untuk persiapan seperti training personil, flight simulation, memasukan data ke FMS pesawat terbang dan pilot familiarization.

    Saat ini saja, Elfi menggambarkan berdasarkan Notice Airport Capacity (NAC) di Bandar Udara Internasional Bali sudah ada sebanyak 30 pergerakan per jam. Direncanakan pada winter season yang dimulai pada Oktober 2019 sampai Maret 2020 akan ditingkatkan menjadi 32 pergerakan. (son)