RUPSLB GMF Tunjuk Dirut Baru

    18
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Garuda City Center Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (29/8). RUPSLB membahas dua agenda yaitu perubahan anggaran dasar dan perubahan susunan pengurus perseroan.

    Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui usulan perubahan anggaran dasar yang merupakan penyesuaian redaksional tanpa mengubah kegiatan usaha utama terhadap maksud dan tujuan serta kegiatan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI).

    Agenda berikutnya yaitu pemegang saham menyetujui susunan pengurus Perseroan yang baru. Tazar Marta Kurniawan ditunjuk menjadi Direktur Utama menggantikan Iwan Joeniarto yang saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia. Sebelumnya, Tazar menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Base Operation di GMF.

    Sebelumnya, MRO kenamaan Indonesia ini juga turut menyampaikan kondisi umum perusahaan. Sampai dengan Juni 2019, GMFI berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 246,3 Juta. Pendapatan ini naik sebesar 10,3% setelah pada pertengahan tahun 2018 lalu GMF meraih pendapatan sebesar US$ 223,3 juta.

    Sebagian besar pendapatan disumbangkan oleh segmen repair dan overhaul sebesar US$207,4 juta, dimana perawatan engine menjadi segmen dengan pertumbuhan pendapatan tertinggi, naik signifikan dari US$ 46,5 Juta menjadi US$ 61 juta atau tumbuh 31%.

    Tazar mengatakan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan pencapaian di sisa tahun 2019, antara lain dengan meningkatkan profitability dari segmen engine. Saat ini, kata dia, profitability engine dipengaruhi oleh utilisasi dari kapasitas terpasang dan inhouse capability yang belum optimal. “Pengembangan inhouse capability ini harus terus kami lakukan karena untuk menarik devisa negara yang selama ini keluar dan diharapkan dapat mendorong profitability segmen engine terus bertumbuh,” ujar Tazar.

    Profitability akan mencapai optimal jika telah mencapai lebih dari 100 engine shop visit pertahun yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2021.

    Ia mengatakan, GMF juga tengah berusaha menyeimbangkan komposisi portofolio bisnis MRO dengan meningkatkan kapasitas airframe maintenance yang memiliki profitability yang tinggi. Hal ini mulai dilakukan dengan ekspansi ke beberapa area domestik maupun internasional melalui skema partnership.

    Pasar internasional dan diversifikasi bisnis juga menjadi langkah GMF dalam mengurangi resiko bisnis dan meningkatkan profitability Perseroan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya komposisi pendapatan non-afiliasi dari 45% menjadi 49%. Komposisi pendapatan dari pelanggan internasional juga tercatat meningkat dari 19% menjadi 21%.

    Tidak hanya itu, kata Tazar, mulai beroperasinya anak usaha GMFI seperti Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) dan Garuda Energi Logistik dan Komersial (GELKo) sejak awal tahun 2019 lalu juga turut memberikan sumbangsih pendapatan sebesar USD 8,7 juta. (son)