BNI Syariah ITE Digelar, Yuk Berburu Diskon Umroh

    10
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    BNI Syariah resmi membuka perhelatan pameran haji dan umroh terbesar dan terlengkap di Indonesia bertajuk BNI Syariah Islamic Tourism Expo (ITE) 2019 yang diselenggarakan di JCC Jakarta, 30 Agustus – 1 September 2019.

    Expo kerjasama BNI Syariah dengan Arrayan Multi Kreasi (AMK) ini merupakan lanjutan dari acara serupa yang diselenggarakan di lokasi yang sama tahun lalu.

    Hadir meresmikan acara Duta Besar Saudi Arabia, Esam Abid Althagafi; Dirut BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo; dan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo.

    Turut hadir perwakilan duta besar negara sahabat di pembukaan BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019, diantaranya Duta Besar Uzbekistan, Tunisia, dan Yordania. Selain itu, hadir pula Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu dan Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu.

    Firman menyampaikan, event ini sebagai one stop solution service bagi masyarakat, baik pengunjung maupun peserta expo. "Melalui BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019, BNI Syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, namun juga sebagai agregator bisnis dan kolaborator bagi segenap stakeholders,” kata  Firman.

    Dalam BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 tahun ini, tersedia berbagai program menarik bagi pengunjung diantaranya paket umrah mulai Rp17 jutaan; paket umrah uang muka ringan mulai Rp2,5 juta; diskon paket umrah sampai dengan Rp1 juta; diskon paket haji khusus mulai Rp2,5 juta; paket umrah bayar 3 berangkat 4 dan program Umrah Duluan, Cicil Belakangan dengan BNI Fleksi iB Hasanah. 

    Ditargetkan jumlah pengunjung BNI Syariah Islamic Tourism Expo tahun ini sebesar 30 ribu orang, meningkat 25% dibanding tahun lalu. Untuk transaksi di event ini ditargetkan sebesar Rp126 Milyar, meningkat 17% dari tahun sebelumnya. 

    Pada event yang sama pada 2018 BNI Syariah berhasil mencatat total realisasi bisnis sebesar Rp 108,6 miliar yang terdiri dari pembiayan produktif sebesar Rp 56,7 miliar; pembiayaan konsumtif Rp 51,2 miliar dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 577,6 juta. (son)