Taksi Berbasis Listrik, Beda Tarif Beda Rasa

    14
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menhub Budi Karya Sumadi menjajal taksi listrik Bluebird menunju Jakarta. "Kendaraan ini  convenient sekali. Tidak ada suara dan saya tadi sengaja kecepatannya sampai 100 km/jam itu stabil. Tadi saya sempat berbincang dengan pengendara taksi katanya pendapatan  per hari meningkat dari Rp. 300 ribu menjadi Rp.450 ribu," demikian disampaikan Menhub di Jakarta, Minggu (8/9).

    Menhub mengatakan, taksi berbasis listrik ini merupakan  proses uji coba yang harus didukung. Dirinya mengapresiasi Bluebird dan PT. Angkasa Pura II yang  menjadi pioneer pengoperasian taksi tersebut.

    Menhub Budi menambahkan pemerintah berupaya memberikan insentif guna mendorong operator angkutan umum menggunakan listrik. "Kita harus memberikan insentif misalnya menggratiskan sekian mobil untuk angkutan umum, parkir gratis, atau bebas memasuki wilayah ganjil genap. Karena proses kendaraan umum berbasis listrik banyak berkaitan dengan harga, operasional, penunjang yang harus dirangkai dan dipersiapkan dengan baik," lanjut Menhub

    Menhub Budi mengharapkan dalam 2 tahun mendatang ada proses pembelajaran dan diskusi bagi stakeholder agar pengoperasian mobil listrik menjadi maksimal. "Tentu kita ingin angka polusi turun dan kendaraan listrik ini menjadi komoditi ekspor kalau jumlahnya banyak," lanjut Menhub.

    Ia juga mendorong pengadaan 100 mobil berbasis listrik untuk kendaraan dinas pejabat Kementerian Perhubungan. "Kami mendorong pihak swasta menggunakan kendaraan berbasis listrik secara simultan seperti kendaraan umum dengan dengan listrik dan penggunaan pribadi dengan hybrid. Untuk kendaraan umum mungkin perlu charging station lebih banyak dan ada hal lain yang dipenuhi seperti fiskal,' tutupnya. (son)