Kemenhub Sosialisasi Transportasi Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

    24
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2019 Kementerian Perhubungan menyelenggarakan berbagai kegiatan termasuk didalamnya adalah kegiatan sosialisasi dan simulasi transportasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.

    Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kementerian Perhubungan Raden Ari Widianto mengatakan, selain sosialisasi juga dilakukan kunjungan oleh disabilitas ke Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Terminal Bus Tanjung Priok, Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Soekarno Hatta dan Stasiun KA Bandara BNI City.

    Ia mengatakan, sosialisasi dan simulasi pengarusutamaan bagi disablitas yang diikuti 60 orang dari berbagai organisasi disabilitas serta perwakilan dari 23 operator transportasi. "Selain sosialisasi, kami juga melakukan kunjungan langsung ke stasiun, terminal serta bandara,” ujar Raden.

    Sosialisasi menghadirkan empat nara sumber yaitu Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR Didiet Arief Akhdiat, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Rosita Sinaga, Tokoh Utama Komunitas Jakarta Free Barrier Tourism Cucu Saidah, serta Inisiator Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) Ilma Sovri Yanti Ilyas.

    Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Komitmen Pelayanan oleh 23 operator transportasi yang dihadiri Menteri Perhubungan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Menteri Sosial.

    Penandatanganan komitmen ini diharapkan menjadi titik akselerasi dalam mewujudkan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas. "Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menggugah semua insan yang terlibat dalam pelayanan jasa transportasi untuk memperhatikan dan menerapkan transportasi yang ramah disabilitas,” ungkap Raden.

    Saat melakukan sosialisasi di Bandara Soekarno Hatta, sejumlah penyandang disabilitas mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya dan pihak swasta yang telah menyediakan sarana transportasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.

    Beberapa kendaraan seperti bus dan taksi sudah dirasakan sangat memadai dan nyaman, ditandai pula dengan adanya identitas bahwa kendaraan tersebut dapat melayani penyandang disabiltas. (son)