Lima Destinasi Super Prioritas Disokong Anggaran Rp 9,5 Triliun

    25
    JAKARTA (Bisnisjakarta)
    Anggaran bagi pembangunan infrastruktur dan utilitas di lima destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang senilai Rp 9,5 triliun. Sementara, program dan kegiatan lintas kementerian/lembaga untuk pengembangan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) akan ditingkatkan secara terintegrasi. Demikian kesimpulan dan tindak lanjut Rakornas Pariwisata III 2019 di Jakarta, Rabu (11/9).

    Dalam kesimpulan tersebut disebutkan dukungan dana pembangunan infrastruktur di 5 destinasi pariwisata super prioritas (DSP) sebesar Rp9,5 triliun dialokasikan dari anggaran lintas kementerian/lembaga (K/L) untuk tahun anggaran 2020.

    Sejumlah program kegiatan antara lain peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan daya saing industri pariwisata di 5 DSP tetap dilanjutkan dan ditingkatkan secara terpadu.

    Selain itu program kegiatan pengembangan pemasaran dan promosi di 5 DSP juga tetap dilanjutkan dan ditingkatkan secara terintegrasi.

    Sementara itu sebagai tindak lanjut dari hasil Rakornaspar tersebut akan dilaksanakan rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk memastikan rencana aksi kegiatan dan penganggaran masing-masing dalam mendukung pengembangan 5 DSP. 

    Selain itu dibentuk tim monitoring dan evaluasi terpadu lintas kementerian/lembaga untuk memastikan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar pariwisata di 5 DSP dilakukan oleh seluruh pihak (lintas sektor), kemudian perkembangan pelaksanaannya secara periodik per 3 bulan akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

    Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kemenpar bersama berbagai instansi terkait mulai menjalankan instruksi presiden terkait pengembangan 5 DSP di antaranya di  Danau Toba telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir.

    Kawasan itu akan diresmikan peletakan batu pertamanya (groundbreaking) pada 10 Oktober 2019. Sementara di DSP Borobudur, pemerintah telah membangun Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Hingga Oktober 2019 bandara ini telah melayani 66 penerbangan dengan kapasitas bandara mencapai 3 juta penumpang.

    Kemudian di Mandalika, proses pengukuran topografi dan konstruksi untuk pembangunan Sirkuit MotoGP akan dimulai pada Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada 2020.

    Sementara di Labuan Bajo, proses pembangunan saat ini telah mencapai tahap finalisasi pembangunan hotel, marina, area komersial, dan pelabuhan feri.

    Pada Oktober 2019 pemerintah menargetkan percepatan penetapan Peraturan Pemerintah (PP) perihal KEK Pariwisata Likupang yang telah disepakati pada rapat kabinet pada 27 Agustus 2019.

    Menpar Arief Yahya mengatakan, Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan infrastruktur di kawasan DSP dipercepat sehingga bisa dipromosikan pada 2020.

    Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menganggarkan Rp6,5 triliun untuk 4 destinasi super prioritas dengan rincian; Danau Toba Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Labuan Bajo  Rp6,3 triliun, dan Mandalika Rp1,9 triliun.

    Pengembangan kawasan DSP juga membutuhkan komitmen para kepala daerah untuk mempercepat pembangunan dan mendukung tercapainya target pemerintah dalam menumbuhkan sektor pariwisata dan devisa negara.

    Untuk pembangunan wilayah Danau Toba, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan salah fokus pembangunan Sumut yaitu menyangkut sektor pariwisata. (son)