Grab Rangkul Disabilitas Menjadi Mitra Pengemudi

    16
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menteri Perhubungan Karya Sumadi menyampaikan apresiasi kepada aplikator jasa transportasi online Grab Indonesia, yang menginisiasi program ‘Break The Silence’ untuk merekrut lebih banyak penyandang disabilitas tunarungu menjadi mitra pengemudinya. Hal ini disampaikan Menhub pada acara Pengumuman Program Kontribusi Sosial ‘Grab for Good’ yang di selenggarakan oleh Grab Indonesia di Jakarta, Selasa (24/9).

    Dalam hal ini, Grab bekerjasama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) dan didukung oleh Kementerian Perhubungan yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Presiden Grab Indonesia dengan Ketua DPP Gerkatin.

    Dengan ini Menhub Budi mengharapkan akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang terbuka bagi para penyandang disabilitas agar memberikan motivasi lebih kepada para penyandang disabilitas. Serta, inovasi seperti ini akan berkembang lebih banyak di kota-kota lain. "Saya beberapa kali berkomunikasi dengan teman-teman disabilitas dan juga Pak Bambang sebagai Ketua Gerkatin. Mereka memiliki suatu semangat itu yang luar biasa, jadi kalau semangat itu dilengkapi dengan fasilitas yang disediakan oleh grab, saya yakin bahwa kualitas dari pelayanan Grab juga bisa meningkat. Harapannya, ini akan berkembang lebih banyak di kota-kota lain,” tutup Menhub.

    Pada saat ini, Grab sudah memiliki 500 mitra pengemudi tuna rungu di negara Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand dan berencana untuk menambah jumlahnya menjadi dua kali lipat pada tahun depan. Grab akan memberikan fitur-fitur khusus bagi pengemudi tuna rungu seperti pesan khusus untuk memberikan informasi kepada pelanggan bahwa pengemudi merupakan penyandang tuna rungu, fitur pesan instan, kartu petunjuk di dalam mobil atau di atas motor untuk memfasilitasi komunikasi antara pengemudi dan pelanggan, serta materi pelatihan mendalam dengan teks tambahan dan bahasa isyarat. (son)