Soal Demo Pelajar, Gubernur DKI Serahkan kepada Pihak Sekolah

    14
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak mendatangi gedung DPR Di Jakarta, Rabu (25/9). Kehadirannya ke DPR bertepatan dengan sejumlah undangan acara antara lain undagan dari Pansus Pemindahan Ibukota dan undangan peluncuran buku. Selain itu undangan ke DPR juga dimanfaatkan Anies untuk menjajal jalur sepeda yang pengaturannya sudah menggunakan peraturan daerah.

    Anies mengatakan menyerahkan kepasa kepala sekolah perihal aksi unjuk rasa menolak RKUHP oleh pelajar di Jakarta kepada kepala sekolah. "Sekolah itu, kepala sekolah adalah pemimpin di sekolah. Kepala sekolah bisa menentukan apakah sebuah sekolah anak-anaknya mengikuti kegiatan apa," ucap Anies.

    Soal adanya aturan yang dilanggar pelajar yang menggelar demo di saat proses jam belajar mengajar, Anies lagi-lagi menyerahkannya kepada kepala sekolah. "Jadi ikuti saja ketentuan yang ada dan kepala sekolah (kepsek) yang memutuskan. Karena kalau ada kegiatan apa terus sekolahnya mau ikut itu kepsek yang memutuskan. Lihat aturannya saja," kata Anies.

    Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti menilai aksi demo pelajar menolak RKUHP dan sejumlah RUU lainnya seperti yang disuarakan unjuk rasa mahasiswa sehari sebelumnya merupakan bentul reaksi pelajar setelah ramai diperbincangkan di media sosial. "Menurut info, anak-anak sekolah ini melakukan aksi dengan janjian melalui media sosial. Saat ini terdeteksi berasal dari Bekasi, Depok dan Jakarta Utara. Sebagian besar diduga siswa SMK (STM)," kata Retno Listyarti.

    Retno mengaku telah menghubungi Kepala Disdik Jakarta untuk membuat pesan berantai hingga ke wali murid dan orang tua murid untuk memantau keberadaan anak-anak mereka. "Agar segera melakukan komunikasi berantai melalui wali-wali kelas ke para orangtua seluruh siswa untuk mendeteksi keberadaan anak-anaknya," jelasnya. (har)