KA Istimewa Diluncurkan, Ini Keistimewaannya

    18
    BANDUNG (Bisnisjakarta)-
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri Hari Ulang Tahun PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke-74 yang berlangsung di Pusdiklat PT KAI Bandung, Sabtu (28/9). Pada acara tersebut, Menhub meresmikan peluncuran Kereta Api (KA) Istimewa.

    KA Istimewa merupakan Kereta Rel Diesel (KRD) yang terdiri dari 2 rangkaian yang bisa digunakan untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), seperti rapat kerja, kumpul keluarga atau reuni.

    KA Istimewa ini sebelumnya merupakan KA Kedung Sepur yang kemudian dialihfungsikan menjadi kereta inspeksi ke-2. Pada Agustus 2019 lalu, PT KAI merombak interior KRD tersebut menjadi KA Istimewa di Balai Yasa Yogyakarta dan dialihfungsikan sebagai kereta permiun (KA Istimewa).

    KA tersebut pernah berkontribusi mengantarkan para tokoh pada rangkaian kegiatan Seminar Suluh Kebangsaan dari Merak hingga Banyuwangi. KA Istimewa ini bisa dipesan dengan tarif sekitar Rp. 19 juta. "Ini satu inovasi yang baik dari PT. KAI. Kereta ini dulunya secara operasional tidak digunakan. Namun bisa diubah menjadi kereta premium, yang keberangkatannya bisa diatur sesuai kebutuhan penumpang," kata Menhub.

    Menhub berharap, kedepannya, PT KAI semakin mandiri dan dapat terus melakukan terobosan inovasi baru dalam menciptakan peluang-peluang pembiayaaan bagi keberlangsungan usahanya. "Inovasi dan terobosan seperti yang dilakukan ini, akan sangat membantu pemerintah dalam pengalokasian anggaran (APBN) untuk pembangunan di daerah lainnya yang lebih membutuhkan," ungkap Menhub.

    Lebih lanjut, harapan-harapan lain yang diungkapkan Menhub kepada PT KAI yaitu PT KAI terus mendukung konsep Transport Oriented Development (TOD) yang tengah digalakkan Pemerintah di kota-kota besar Indonesia yang terhubung langsung dengan akses transportasi menuju kawasan komersial, dan mempercepat pengadaan sarana perkeretaapian untuk memenuhi kebutuhan layanan angkutan penumpang. "Pada beberapa lintas seperti rencana pengoperasian KA Bandara Adi Soemarmo, KA Bandara Yogyakarta Internasional Airport serta peningkatan pelayanan LRT Sumatera Selatan dan KA Bandara Minangkabau memerlukan layanan dengan headway premium yang tepat waktu. Program dan kebijakan pemerintah ini tentunya memerlukan dukungan dari PT KAI dalam hal peningkatan perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian," ujarnya.

    Pada HUT PT KAI ke-74, Menhub mengucapkan selamat kepada seluruh insan perkeretaapian yang terus berupaya tetap mempertahankan profesionalisme kerja untuk mendukung penyelenggaraan transportasi yang lebih baik dimasa mendatang, memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi yang aman, nyaman, handal dan selamat. "Saya menghimbau PT KAI sebagai operator untuk terus melakukan upaya transformasi dan meningkatkan kinerja demi menjawab harapan masyarakat," kata Menhub.

    Dalam sambutannya, Menhub Budi juga mengatakan bahwa Kemenhub dalam kurun waktu 5 tahun terakhir telah membangun jalur Kereta Api sepanjang 989 Km di berbagai lokasi di Indonesia beberapa diantaranya pembangunan jalur ganda KA, pembangunan jalur KA baru, peningkatan jalur, reaktivasi jalur, pembangunan jalur KA perkotaan serta pembangunan jalur KA menuju bandara dan pelabuhan. "Dukungan transportasi perkeretaapian yang handal akan memperlancar mobilitas angkutan penumpang dan barang sehingga membantu meningkatkan perekonomian secara umum," pungkasnya.

    Turut hadir dalam peringatan HUT PT KAI dan peresmian Kereta Istimewa yaitu Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, Sekretaris Jenderal Djoko Sasono, dan Direktur Utama PT. KAI Edi Sukmoro. (son)