AirAsia Tambaha Rute Domestik

    21
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Maskapai Air Asia  membuka rute barunya menuju Belitung yaitu rute Jakarta-Belitung dan Kuala Lumpur-Belitung. Pembukaan secara resmi dilakukan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Umar Aris di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H.A.S. Hanandjoeddin Belitung, Rabu (2/10).

    Pada peresmian turut hadir Ambassador of Malaysia to the Republic of Indonesia, Bupati Belitung, Deputy CEO AirAsia Indonesia dan Kepala UPBU H.A.S Hanandjoeddin. Acara peresmian diawali dengan water salute saat pesawat mendarat dan dilanjutkan dengan penyambutan penumpang dengan tarian adat khas Belitung.

    Peresmian ini sekaligus sebagai selebrasi dua penerbangan perdana untuk rute domestik Jakarta-Belitung yang beroperasi sejak 1 Oktober 2019 serta rute internasional Kuala Lumpur-Belitung yang mulai beroperasi pada 2 Oktober 2019.

    Umar mengharapkan, penerbangan perdana Air Asia dapat menjadi multiplier effect bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat Belitung. “Multiplier effect ini diharapkan dapat tumbuh khususnya untuk masyarakat Belitung dan tentunya bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

    Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengungkapkan apresiasi atas dibukanya rute penerbangan baru ini. "Kami menyambut positif  atas bertambahnya penerbangan menuju Belitung. Dengan penambahan rute yang dilakukan oleh maskapai Air Asia, terutama akses internasional  Kuala Lumpur – Belitung, diharapkan mampu menarik wisatawan internasional untuk mengunjungi dan menikmati  keindahan wisata Belitung," jelas Polana.

    Selain itu AirAsia juga membuka  rute penerbangannya ke Sorong, Papua dengan rute Jakarta-Sorong PP yang beroperasi mulai Kamis (3/10). Sementara pesawat yang digunakan untuk menembus kawasan Indonesia Timur ini adalah jenis Air Bus 320 dengan kapasitas 180 seat. Dalam sepekan, AirAsia melayani penerbangan Jakarta- Sorong PP sebanyak 4 kali, yakni di hari Senin, Selasa, Kamis dan Minggu . Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Raja Ampat dan destinasi wisata lainnya di wilayah Papua Barat. (son)