Jelang Pelantikan Presiden, Tamu Negara Dijamin Aman

    7
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan sukses acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 Joko Widodo- Ma'ruf Amin menjadi pertaruhan terakhir dalam rangkaian panjang penyelenggaraan Pemilu 2019.

    Untuk itu, semua pihak diminta menunjukan kepada dunia betapa demokrasi di Indonesia sudah semakin matang dan tumbuh dengan dewasa dengan menciptakan suasana yang kondusif, aman dan damai. "Dari laporan terkini, ada dua kepala negara, empat kepala pemerintahan, tiga wakil presiden, sembilan utusan negara dan 147 perwakilan negara yang akan datang menyaksikan pelantikan presiden," ucap Bambang Soesatyo usai Rapat Konsultasi Pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI dengan KPU, Panglima TNI, Kapolri, Setneg dan Kepala Badan Intelijen Negara, di Komplek MPR RI, Jakarta, Selasa (15/10).

    Rapat dihadiri Pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono.

    Bamsoet menjelaskan pihaknya juga mendapat garansi dari kepolisian dan TNI untuk keamanan para pemimpin negara-negara tersebut selama berada di Indonesia. "Aparat berwenang akan menjamin keselamatan mereka, sejak menginjakkan kaki di Bandara, menginap di hotel, tiba di senayan  hingga mereka kembali ke negara masing-masing. Semua sudah ada protapnya dan akan dilaksanakan dengan baik," imbuhnya.

    Mengenai rencana elemen mahasiswa yang berencana turun ke jalan di hari pelantikan tersebut, Bamsoet memastikan bahwa Kapolri termasuk juga pimpinan MPR, DPR dan DPD RI telah membuat keputusan melarang aksi demonstrasi turun ke jalan baik oleh mahasiswa maupun seluruh elemen masyarakat. "Kita lepaskan ego kelompok maupun berbagai bentuk ketidakpuasan. Kita songsong pelantikan dengan suka cita, dan tunjukan pada dunia betapa beradabnya Bangsa Indonesia," ajak Bamsoet.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani juga mengajak semua pihak ikut menghormati pelantikan Presiden 20 Oktober 2019 nanti. "Tolong kepada semuanya bisa ikut dan melaksanakan hal tersebut bersama-sama sebagai suatu bangsa di Indonesia," ujar Puan.

    Ia berharap palantikan berlangsung khidmat. "Pimpinan DPR berkomitmen (pelantikan) ini adalah acara sakral yang harus dilaksanakan dengan khidmat aman, lancar, dan penuh kenyamanan," ujar Puan. (har)