Delapan Pelabuhan Manfaatkan Sistem Inaportnet

    6
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menyusuli 23 pelabuhan yang sudah mengimplementasikan inaportnet, Kementerian Perhubungan melalui Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di delapan pelabuhan menandatangani Pakta Integritas penerapan Sistem Inaportnet yang mencakup Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Samarinda, Ternate, Kendari, Bontang dan Kotabaru-Batu Licin. "Penandatanganan Pakta Integritas ini merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepelabuhanan yang lebih baik, lebih transparan dan pada akhirnya menjadi kompetitif," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo di Jakarta, Jumat (18/10).

    Dirjen Agus menjelaskan, penerapan Inaportnet di pelabuhan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar dapat berjalan cepat, valid,  transparan dan terstandar serta  biaya yang optimal sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia. "Kegiatan ini menjadi Quick Win Kementerian Perhubungan yang akan diterapkan pada seluruh pelabuhan di Indonesia dan dilaksanakan secara bertahap," ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko menjelaskan bahwa penerapan sistem ini harus didukung oleh Sistem Internal Kemenhub dan Sistem yang ada pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

    Adapun Sistem Internal Kemenhub meliputi Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA), Sistem Kapal Online, Aplikasi Sertifikasi Pelaut, Sistem Informasi Kepelabuhanan. "Selain itu, operator Pelabuhan (PT. Pelindo) juga agar membangun dan mengembangkan Sistem di Pelabuhannya yang handal dan bersinergi serta terintegrasi dengan sistem-sistem di Kementerian Perhubungan, serta para Kepala Kantor agar melaksanakan penerapan Inaportnet di Pelabuhan secara konsisten," ujar Capt. Wisnu.

    Capt. Wisnu juga mengatakan dalam rangka penerapan sistem Inaportnet telah dilaksanakan beberapa tahapan, antara lain Training of Trainers (TOT) kepada pegawai kantor KSOP, sosialisasi kepada pengguna jasa yng terdiri dari agen pelayaran, PBM dan JPT, serta ujicoba satu siklus pelayanan kapal dan barang sampai penerbitan SPB. (son)