ASEAN Seragamkan Standar Kompetensi Tenaga Profesional Pariwisata

    30
    BANDUNG (Bisnisjakarta)-
    Negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk menyeragamkan standar kompetensi tenaga profesional di bidang pariwisata dengan menerapkan The ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP).

    Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata Anang Sutono dalam seminar “Best Practice Seminar of ASEAN MRA-TP” yang berlangsung di Bandung, Kamis (17/10) mengatakan, negara-negara anggota ASEAN berusaha meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata dalam mewujudkan Kawasan Asia Tenggara sebagai tujuan wisata terbaik dan berkualitas.

    Penyelenggaraan seminar hasil kerja sama Kemenpar bersama  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Sekretariat ASEAN tersebut menampilkan narasumber dari Indonesia, Filipina, Kamboja, Myanmar, dan Laos.

    Pada kesempatan itu mereka juga menyampaikan “best practice” dalam menerapkan ASEAN MRA-TP sebagai pengakuan bersama negara anggota ASEAN dalam menerapkan standar kompetensi tenaga profesional di bidang pariwisata.

    Ketua BNSP Kunjung Masehat menyatakan, untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata secara menyeluruh diperlukan akselerasi secara bersama-sama dari hulu sampai hilir. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan ASEAN Common Competency Standard for Tourism Professional (ACCSTP).

    Ia mengajak semua pihak bersama-sama mengimplementasikan ACCSTP baik di sekolah vokasi, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi sehingga dalam upaya menciptakan SDM unggul di bidang pariwisata.

    Sementara Anang Sutono pada kesempatan itu menyampaikan welcome remarks kepada para peserta seminar serta para panelis dan moderator dari Indonesia, Filipina, Kamboja, Myanmar, dan Laos.

    Anang Sutono menyampaikan dalam pidatonya sesuai dengan arahan Menpar Arief Yahya, bahwa Kemenpar mengimplementasikan program SDM unggul di bidang pariwisata dengan 3C yaitu Curriculum, Certification, dan Center of Excellence.

    Untuk curriculum mengacu pada standar global yakni Tedqual Certification dari UNWTO, sedangkan untuk certification para lulusan sekolah SMK Pariwisata dan perguruan tinggi pariwisata harus 100 persen mendapatkan sertifikasi MRA-TP, agar mudah diterima di pasar tenaga kerja regional tingkat ASEAN.

    Program center of excellence diterapkan di 6 Pergurunan Tinggi Negeri (PTN) Pariwisata di bawah Kemenpar yakni STP NHI Bandung sebagai center of excellence untuk kuliner, STB Nusa Dua Bali wisata budaya, Poltekpar Lombok wisata halal, Poltekpar Makassar wisata maritim, Poltekpar Palembang wisata olahraga, dan Poltekpar Medan center of excellence wisata geopark. (son)