Kredit Mikro BRI Capai Rp 301 Triliun

    11
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT.Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menorehkan kinerja positif dan diatas rata rata industri perbankan nasional. Dirut BRI Sunarso menjelaskan, salah satu penyokong utama kinerja BRI yakni penya|uran kredit yang tumbuh double digit dan diatas rata rata industri. Hal tersebut diungkapkan Sunarso saat paparan kinerja keuangan di Jakarta, Kamis (24/10).

    Hingga akhir September, kata Sunarso, BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 triliun atau tumbuh 11,65%, Iebih tinggi dari industri sebesar 8,59% dengan NPL 3,08%. “Segmen mikro tumbuh 13,23% dengan proporsinya mencapai sepertiga dari keseluruhan kredit BRI,” ungkap Sunarso.

    Apabila dirinci, jelas Sunarso, kredit mikro BRI tercatat Rp 301,89 triliun, kredit konsumer BRI Rp 137,29 triliun atau tumbuh 7,85%, kredit ritel dan menengah Rp 261,67 triliun atau tumbuh 14,80% dan kredit korporasi BRI Rp 202,30 triliun. “Jika ditotal, porsi kredit UMKM mencapai 77,60% dari keseluruhan kredit BRI, dimana angka ini berhasil kami tingkatkan secara perlahan dan targetnya proporsi kredit UMKM bisa mencapai 80% di tahun di tahun 2022,” ujamya.

    Selama Januari hingga September 2019, Sunarso menjelaskan, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 77,26 triliun kepada 3,6 juta debitur, dimana pencapaian ini setara dengan 88,83% dari alokasi penya|uran KUR yang di breakdown pemerintah di tahun 2019. "BRI berkomitmen untuk terus fokus dalam melakukan ekspansi bisnis di segmen mikro dengan melakukan strategi go smaller, go shorter, go faster," ujarnya.

    Beberapa Iangkah nyata yang telah dilakukan oleh BRI untuk memperkuat bisnis mikro diantaranya yakni digitalisasi bisnis proses dengan menggunakan BRISPOT, penguatan big data segmen mikro, peningkatan kapabilitas SDM serta melakukan rejuvenasi produk pinjaman mikro.

    Selain itu, kata Sunarso, BRI juga memiliki strategi untuk terus memperluas customer base segmen mikro. Diantaranya melalui peningkatan kapasitas anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, program BRIncubator, pembentukan kluster unggulan di setiap kantor cabang BRI di seluruh Indonesia dan pemberdayaan penerima Kartu Tani dan Kartu Kusuka (Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan).

    Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp 959,24 yriliun atau tumbuh 9,91% lebih tinggi daripada industri sebesar 7,62%. Giro BRI tumbuh 21,77% menjadi Rp 171,85 triliun, tabungan BRI tumbuh 9,20% menjadi Rp 384,02 triliun dan deposito tumbuh 6,16% menjadi Rp 403,37 triliun.

    Ia melanjutkan, pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI. Pada kuartal III 2019 CASA BRI tercatat 57,95%, meningkat dibandingkan kuartal III 2018 sebesar 56,46%.

    Dari sisi Fee Based Income (FBI), hingga akhir September 2019 Bank BRI mampu tumbuh double digitsebesar 12,03% atau sebesar Rp 9,74 triliun dibandingkan dengan FBI kuartal III 2018 sebesar Rp 8,69 triliun.

    Hingga akhir kuartal III 2019, BRI mampu mencetak Iaba Rp 24,80 triliun atau tumbuh 5,36% dengan aset mencapai Rp 1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34%. Untuk rasio perbankan Iainnya, LDR BRI tercatat 94,15% dan CAR 21,89%. “Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan BRI di masa mendatang,” pungkas Sunarso. (son)