Tari Likurai Meriahkan Acara Puncak Festival Fulan Fehan

    29
    BELU (Bisnisjakarta)-
    Tari Likurai yang dibawakan 1.500 penari di acara puncak Festival Fulan Fehan 2019 diharapkan dapat meningkatkan citra wisata NTT. "Tari Likurai menyajikan kemegahan budaya dan pesona masyarakat yang istimewa sehingga diharapkan dapat memperkenalkan NTT ke seluruh pelosok penjuru dunia," ungkap koreografer nasional Eko ‘Pece’ Supriyanto di Belu, Senin (28/10).

    Acara puncak Festival Fulan Fehan berlangsung di kaki Gunung Lakaan Belu, NTT, Senin (28/10). Dalam acara tersebut juga dihadirkan koreografi tarian yang menjadi cerminan ragam budaya yang ada di Indonesia.

    Eko menjelaskan, persiapan pelaksanaan acara puncak Festival Fulan Fehan 2019 sudah dilakukan sejak bulan Februari. "Semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kepercayaan Bupati, Wakil Bupati, Dinas Pendidikan Belu," ujar Eko.

    Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani menjelaskan, Tari Likurai bukanlah tarian biasa. Likurai adalah tarian perang khas dari masyarakat pulau Timor, yang menceritakan perjuangan masyarakat setempat mengusir penjajah saat zaman penjajahan.

    Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuty sangat mengapresiasi event ini.

    Ke depannya, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu untuk memperbanyak kegiatan di daerah perbatasan. Termasuk kegiatan di Bukit Fulan Fehan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. "Tidak hanya event budaya tapi juga orkestra modern kita lihat bisa juga dilaksanakan di Bukit Fulan Fehan," ungkapnya. (son)