Terkait Penumpang Terlantar, Begini Penjelasan Garuda Indonesia

    10
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan, hubungan antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya saat ini adalah sebatas pada hubungan business to business dan tanggung jawab Sriwijaya kepada Lessor menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri.

    Menurut Ikhsan, Garuda saat ini sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya perihal penyelesaian kewajiban dan hutang-hutang Sriwijaya kepada institusi negara seperti BNI, Pertamina, GMF, Gapura Angkasa dan lainnya.

    Ikhsan menegaskan, awal masuknya Garuda Indonesia Group dalam kerjasama manajemen dengan Sriwijaya adalah dalam rangka mengamankan aset dan piutang negara pada Sriwijaya Group. "Garuda Indonesia berharap, Sriwijaya beriktikad baik atas penyelesaian kewajiban-kewajiban mereka kepada institusi negara seperti disebutkan diatas," kata Ikhsan.

    Sehubungan dengan informasi yang beredar di publik perihal penjelasan Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto, Ikhsan mengatakan, bahwa penjelasan tersebut ditujukan kepada Lessor – perusahaan penyewaan pesawat – atas pertanyaan mereka tentang posisi Garuda Indonesia atas Sriwijaya. (son)