Ini Proyek Infrastruktur Dukung Konektivitas 5 Bali Baru

    20
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Perhuhungan telah melakukan perencanaan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas transportasi di destinasi super prioritas atau yang dikenal dengan 5 (lima) Bali Baru. Hal ini disampaikan oleh Menhub Budi Karya Sumadi dalam Forum Perhubungan dengan tema Melihat Kesiapan Infrastruktur Wujudkan Konektivitas di 5 Destinasi Wisata di Jakarta, Kamis (7/11).

    Hadir sebagai narasumber Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Pemukiman Kementerian PUPR Edward Abdul Rahman, serta Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indra Ni Tua.

    Seperti halnya di Danau Toba, menurut Menhub, sejumlah infrastruktur transportasi telah dan akan dibangun yaitu melakukan pembangunan/rehabilitasi 12 Pelabuhan Danau, membuat satu kapal penyeberangan Ro-Ro dan satu unit Bus Air, subsidi operasional angkutan antarmoda, fasilitas integrasi angkutan jalan, peningkatan jalur KA lintas Araskabu – Tebing Tinggi – Siantar sepanjang 35 km’sp (SBSN), DED pembangunan jembatan dan sistem persinyalan dan telekomunikasi serta bangunan stasiun juga pembuatan runway strip tahap I Bandara Sibisa.

    Di Borobudur, jelas Menhub, Kemenhub akan membangun jalur KA Solo Balapan Bandara Adi Soemarmo, membangun KA Bandara Yogyakarta Internasional Airport – Kulonprogo, elektrifikasi jalur KA lintas Yogyakarta-Solo, menyubsidi operasional angkutan antarmoda, fasilitas intergrasi angkutan jalan, fasilitas perlengkapan jalan dan DED pembanguann jembatan dan sistem persinyalan dan telekomunikasi serta bangunan stasiun.

    Sedangkan di Kawasan Mandalika, papar Menhub, akan dilakukan pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, perbaikan fasilitas integrasi angkutan jalan, membiayai subsidi operasional angkutan antaramoda di Mandalika, merehabilitasi Pelabuhan Pamenang, melanjutkan pembanguna Pelabuhan Faspel Gili Terawangan.

    Destinasi Likupang akan dilakukan peningkatan fasilitas di Pelabuhan Likupang, membangun Kapal Bottom glass di Bunaken, merehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Likupang, merehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Lembeh.

    Terakhir di Labuan Bajo, Kemenhub akan memberikan subsidi operasional antarmoda, memberikan fasilitas integrasi angkutan jalan, pengadaan 2 unit kapal bottom glass seperti di Likupang, melakukan pengembangan Terminal Kargo Pelabuhan Labuan Bajo, pembebasan lahan untuk pengembangan bandara, pemotongan bukit daerah transisional dan perpanjangan runway dari 2450 m x 45 m menjadi 2650 m x 45 m termasuk marking dan pengawasan.

    “Tentunya pengembangan yang dilakukan tidak bisa hanya mengandalkan APBN tetapi juga perlu partisipasi sektor swasta nasional maupun asing. Seperti di Bandara Labuan Bajo, kami sedang lakukan kerjasama pengembangan infrastruktur bandara melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diminati sejumlah investor nasional maupun asing. Seperti diamanatkan bapak Presiden agar 5 Destinasi wisata bisa segera dipromosikan pada tahun 2020, fokus kami pada tahun 2020 adalah menyelesaikan target tersebut,” pungkas Menhub. (son)