Tingkatkan Monitoring dan Evaluasi, LPDB-KUMKM Buka Kantor Satgas di Jabar

    10
    BANDUNG (Bisnisjakarta)-
    Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha, Mikro Kecil, dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM terus memaksimalkan monitoring dan evaluasi terhadap mitra-mitra di daerah, khususnya di Jawa Barat. Hal itu dilakukan dengan diresmikannya kantor Satuan Tugas (Satgas) monitoring yang berlokasi di Gedung Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Jumat (8/11).

    Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan, Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto, Direktur Keuangan LPDB-KUMKM Ahmad Nizar dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Fitri Rinaldi.

    Ini merupakan kantor Satgas keempat yang diresmikan LPDB-KUMKM, sebelumnya ada di Provinsi Jatim (Surabaya), Jateng (Semarang) dan Sulsel (Makassar). Dibukanya kantor Satgas di Jabar ini diharapkan juga dapat mempermudah para pelaku koperasi dan UKM didaerah dalam mengakses dana bergulir, dan dapat memaksimalkan monitoring dan evaluasi para mitra di Jabar, mengingat di Provinsi Jabar ini memiliki potensi perekonomian yang tinggi.

    Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/Kota/Kabupaten di Jabar. Monitoring bukan hanya untuk mitra-mitra yang memiliki tunggakan, namun juga untuk calon mitra dan masyarakat yang membutuhkan informasi terkait LPDB-KUMKM dapat mendatangi kantor Satgas.

    Ia menambahkan, upaya 'jemput bola' terus dikembangkan agar seluruh daerah di Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir LPDB-KUMKM.

    Jawa Barat memiliki potensi yang luar biasa besar, sehingga Satgas ini akan membantu melakukan penjaringan kepada pelaku usaha untuk penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Jawa Barat. Braman menargetkan, setelah Jabar, bulan depan akan diresmikan kantor Satgas kelima di Provinsi Riau. "Pada 2020 ditargetkan 3 atau 4 kantor Satgas lagi yang akan kami bentuk," harapnya.

    Sebelumnya Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin mengatakan, fungsi kantor Satgas ada tiga, yaitu monitoring dan evaluasi kepada mitra yang mendapat pinjaman dari LPDB-KUMKM, sarana untuk mengingatkan mitra untuk membayar/mengembalikan pinjaman secara tepat waktu dan sebagai media konsultasi dalam menyampaikan proposal pinjaman bagi koperasi dan UMKM.

    Kantor Satgas juga berperan untuk mengurangi angka kemacetan yang disebabkan oleh mitra yang tidak mampu mengembalikan pinjaman. "Karena sumber dana pembiayaan LPDB berasal dari APBN, maka seluruh pinjaman wajib kembali ke LPDB tepat waktu. Ini merupakan upaya mewujudkan paradigma baru LPDB-KUMKM yaitu Tri Sukses: Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian," ujar Jaenal.

    Ia berharap dengan hadirnya kantor Satgas di Jawa Barat ini diharapkan dana bergulir LPDB-KUMKM dapat tersalur seoptimal mungkin ke koperasi dan UKM, sehingga target penyaluran tahun ini dan tahun berikutnya dapat tercapai.

    Di tempat yang sama, Direktur Pascasarjana Unpas sekaligus Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi mengungkapkan, ini merupakan suatu kehormatan bagi warga Jawa Barat. Semoga dapat memberikan keberkahan dan pelayanan yang terbaik untuk warga Jabar. "Selain meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Barat, Satgas juga akan menyasar mahasiswa supaya mereka mempunyai budaya bisnis," harap Didi. (son)