OMOS, Cara Pelni Manjakan Penumpang

    12
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terus berupaya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa dengan selalu melakukan peningkatan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah melalui pelayanan ticketing. Saat ini, Pelni memberlakukan sistem one man one seat (OMOS) dan menyediakan penjualan tiket secara online yang diakses melalui aplikasi Pelni Apps. Penjualan ticketing secara online tersebut dilakukan guna mendukung transformasi Pelni di era digital.

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro di Jakarta, Selasa (12/11) mengatakan, Pelni saat ini tengah mengembangkan sistem informasi dan teknologi. Hal tersebut dikhususkan untuk mempermudah konsumen dalam mengakses dan membeli tiket Pelni. “Kami telah menghadirkan Pelni Apps yang dapat digunakan masyarakat, sekalipun di daerah terpencil dan sepanjang masih terdapat sinyal, dapat mengakses dan membeli tiket kapal selama seat masih tersedia. Pembayarannya pun bisa dengan kartu debit, ATM dan tiket dapat dicetak di pelabuhan keberangkatan masing-masing,” ungkapnya.

    Yahya menambahkan, kapal penumpang memiliki kapasitas yang terbatas. Oleh karenanya management mengatur penjualan tiket sesuai dengan kapasitas seat di atas kapal. “Untuk meningkatkan kenyamanan konsumen, kami membatasi jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas seat yang sudah ada. Oleh karenanya kami menerapkan sistem One Man One Seat (OMOS) untuk mengatur jumlah penumpang yang ada di atas kapal sesuai dengan kapasitas. Ini sistem dan petugas tidak dapat melanggar,” tegas Yahya.

    Pelaksanaan sistem OMOS juga memberikan kemudahan pelayanan dan kontrol kepada penumpang. “Seluruh penumpang duduk/tidur di bed sesuai yang tertera pada tiket. Dengan ini kami harap keluhan para pengguna jasa kami dapat diatasi dan tidak terjadi lagi,” tambahnya.

    Sebagai BUMN pelayanan publik dengan wilayah seluruh tanah air, upaya digitalisasi pelayanan tiket diharapkan bisa diakses masyarakat  sesuai dengan kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia sebagai negara kepulaun. “Pelni sebagai  moda transportasi massal pilihan masyarakat, Pelni mendengar setiap keluhan konsumen untuk selanjutnya diperbaiki pelayananya,” tegas Yahya.

    Terkait keluhan calon penumpang yang terjadi di daerah Baubau, Pelni tetap memberlakukan OMOS. Pelni telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan untuk memberlakukan kebijakan OMOS. “Untuk keluhan pelanggan dari daerah perkebunan tidak menganulir hak calon penumpang. Mereka tetap mendapatkan pelayanan secara baik di kantor-kantor cabang," papar Yahya.

    Keluhan pelanggan dari luar daerah terkait lokasi penjualan tiket yang sulit dijangkau, baik itu loket atau agen travel, dipermudah dengan hadirnya aplikasi tersebut. Langkah Pelni tentu untuk untuk kebaikan pelanggan, Pemerintah dan Negara “Calon penumpang kami berikan kemudahan sepanjang memiliki HP. Calon penumpang Pelni dari luar daerah perlu  mempertimbangkan dan mengubah tradisi mengenai jadwal berangkat. Pelanggan Pelni ke depan juga akan semakin canggih dengan hadirnya layanan digital,” ungkapnya. (son)