Kemenparekraf-Kemenkes Luncurkan Pola Perjalanan Wisata Kesehatan

    7
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersinergi membuat pola perjalanan wisata kesehatan di Indonesia, sebagai langkah untuk mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia.

    Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani di Jakarta, Selasa (19/11) menjelaskan, Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 antara Kementerian Pariwisata RI dan Kementerian Kesehatan RI mengenai Pengembangan Wisata Kesehatan di Indonesia, sebagai upaya bersama untuk mendukung destinasi wisata prioritas serta mengembangkan Wisata Kesehatan yang bermutu.

    “Penetapan Wisata Kebugaran dan Jamu menjadi prioritas merupakan keputusan yang tepat, selain mempunyai nilai jual yang tinggi, Indonesia menawarkan tindakan promotif dan preventif lebih utama dalam bidang kesehatan,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

    Ni Wayan Giri Adnyani juga berharap, Buku Perjalanan Wisata Kebugaran ini dapat memberikan informasi tentang pilihan paket wisata bagi para wisatawan yang memiliki karakter dan preferensi berbeda yaitu motivasi kesehatan dan kebugaran melalui pengalaman budaya yang unik dan dikemas secara inovatif.

    Dan lebih jauh, lanjut Giri, pola perjalanan ini dapat mengajak destinasi wisata di kota lainnya untuk mengembangkan wisata kebugaran di mana kali ini baru dikembangkan di Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang), Bali dan Jakarta.

    “Diharapkan skenario perjalanan ini, juga dapat menjadi dasar bagi sektor bisnis untuk mengembangkan paket-paket wisata kesehatan di masa mendatang. Dan semoga kedua buku ini dapat menjadi landasan dalam pengembangan wisata kebugaran dan jamu dimasa yang akan datang,” katanya.

    Sekretaris Jenderal Kemenkes, Drg Oscar Promadi, Mph menjelaskan, penyusunan pola jalur wisata ini untuk mendorong pelayanan kesehatan tradisional untuk memiliki unggulan yang meliputi spa, herbal, acupressure, dan akupuntur dalam penyelenggaraan wisata kesehatan. Serta menetapkan rumah sakit (medical tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional (wellness tourism) yang memiliki pelayanan unggulan dalam penyelenggaraan wisata kesehatan.

    “Beberapa tahun terakhir, Indonesia mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kebugaran kelas dunia. Sebagai besar dari destinasi wisata Indonesia sudah merespon kebutuhan atas kebugaran berupa spa, makanan sehat dan pengobatan holistik,” katanya. (son)