Festival Taliwang, Naikkan Daya Tawar Pariwisata Sumbawa

    125
    SUMBAWA (Bisnisjakarta)-
    Panggung yang terbuat dari lumpur menjadi salah satu sajian unik dan spektakuler dalam Festival Taliwang 2019 di Sumbawa Barat NTB, Kamis (21/11).

    Sutradara Pesona Lumpur Taliwang Eko Supriyanto alias Eko Pece, di Sumbawa Barat mengatakan Festival Taliwang 2019 di Bentiu, Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyajikan 4 tarian yang dibawakan dari panggung yang terbuat dari lumpur. Empat tarian yang ditampilkan adalah Tari Barapan Kebo, Kolong, Benteng Berinas, dan Kareng.

    “Pesona Lumpur Taliwang dengan 4 tariannya kami sengaja angkat. Ini kearifan lokal mereka yang masih ada dan kembali kami kembangkan. Ini juga kali pertama sebuah tarian disajikan di atas lumpur. Kemasannya kami buat artistik. Gerakan tariannya otentik lokal. Tidak ada efek pengaruh gerakan tarian dari wilayah lain di nusantara. Sehingga kami harapkan tahun depan bisa tampil sempurna di Calender Of Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)," ungkap Eko.

    Gubernur NTB Zulkiflimansyah mengatakan, dengan masuknya festival ini ke dalam CoE diharapkan kian memantik investasi yang terjadi di NTB. Karena dengan semakin banyaknya investasi masuk di NTB, maka akan membuka banyak peluang kerja di berbagai bidang termasuk pariwisata. "Saya tegaskan ayo jaga semua investasi yang akan masuk ke Sumbawa Barat atau NTB. Kita jaga sama-sama pariwisata di NTB," kata Zulkiflimansyah.

    Bupati Sumbawa Barat Musyafirin juga mengatakan hal yang sama. Keberadaan Kemenparekraf di festival ini akan menjadi tolak ukur kesuksesan event tersebut yang telah ditetapkan masuk ke dalam Calender of Event 2020. "Tahun depan kami akan berusaha menjadi lebih baik lagi. Kehadiran Kemenparekraf menjadi kunci keberhasilan kami ke depan. Terima kasih Kemenparekraf," kata Bupati.

    Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani berharap pemerintah daerah dalam mempersiapkan event harus berkualitas dan berstandar internasional. Sasarannya jelas bahwa wisatawan mancanegara harus nyaman saat mengunjungi sebuah destinasi dalam berwisata.

    Ricky menilai, perhelatan festival Taliwang 2019 semakin artistik dengan konten Pesona Lumpur Taliwang. Konsep dan kemasannya sangat menginspirasi. Dasar inspirasinya aktivitas keseharian dan budaya turun-temurun masyarakat Sumbawa. "Semoga wisatawan bisa memotret budaya di sana secara utuh, dan menikmatinya," kata Ricky.

    Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani menilai Festival Taliwang ini secara otomatis menaikan daya tawar pariwisata Sumbawa. "Kami berharap sukses festivalnya, dan menjadi lebih spektakuler lagi di tahun 2020," katanya. (son)