Garuda Akui Karyawannya Selundupkan Spare Part Moge

    46
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Sehubungan dengan informasi yang beredar bahwa Garuda Indonesia telah menyelundupkan motor besar ke bandara Soekarno Hatta bersamaan dengan kedatangan pesawat baru A330-900 Neo pada tanggal 17 November lalu, yang terjadi adalah adanya karyawan yang membawa beberapa spare part dalam penerbangan tersebut. 

    VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan, seluruh barang yang dibawa di dalam pesawat  juga sudah dilaporkan kepada petugas kepabeanan (self declared) termasuk bawaan (bagasi) karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut.

    Menurut Ikhsan, pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan adanya pelanggaran kepabeanan pada bagian cockpit dan kabin penumpang, namun pada bagasi ditemukan beberapa spare part motor besar  yang tidak diproduksi di Indonesia yang dibawa oleh salah satu karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai aturan kepabeanan yang berlaku.

    Spare Parts yang dibawa oleh karyawan yang onboard dalam pesawat tersebut, jelas Ikhsan, juga telah melalui proses kepabeanan di  Delivery Center Airbus di Toulouse, Perancis.

    Sebelum melakukan pendaratan di bandara internasional Soekarno Hatta, jelas Ikhsan, Garuda Indonesia telah menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan izin kepada pihak otoritas bandara dimana Garuda Indonesia akan membawa pesawat tersebut langsung ke Garuda Maintenance Facility (GMF) dan akan melaksanakan segala prosedur keimigrasian dan kepabeanan di area GMF.  

    Spare Part tersebut dalam ketibaannya di GMF dilaporkan kepada petugas bea cukai untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Karyawan Garuda Indonesia tersebut akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan misalnya harus membayar bea masuk atau prosedur prosesur lain yang akan dikenakan. "Spare Part tersebut akan dipergunakan oleh karyawan tersebut dan bukan untuk diperjual belikan," jelas Ikhsan.

    Seperti layaknya peraturan kepabeanan yang berlaku dibandara bandara internasional yang diterapkan kepada penumpang umum, jelas Ikhsan, hal demikian juga berlaku di GMF sebagai kawasan berikat.

    Garuda Indonesia menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada Bea Cukai, dan sesuai dengan komitmen perusahaan untuk mematuhi dan mengedepankan tata kelola perusahaan, maka Garuda Indonesia tunduk dan patuh atas segala ketentuan, peraturan serta prosedur yang ditetapkan oleh Bea Cukai. (son)