Program Bina Lingkungan, Pelni Hadirkan Rumah Kelola Sampah di Bima

    100
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali meluncurkan program Bina Lingkungan Rumah Kelola Sampah (BL RKS). Peresmian Program BL RKS Melayu PT Pelni diresmikan oleh Vice Presiden PT Pelni Yanto Duriyanto bersama Wakil Wali Kota Bima di Kampung Melayu, Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Kamis (5/12).

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, RKS Melayu merupakan program BL yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, termasuk sampah dari Kapal Pelni untuk diubah menjadi barang bernilai jual. "Kami juga menggandeng Pemerintah Kota Bima yang sangat mendukung program RKS Melayu ini," kata Yahya.

    Untuk opersionalnya, RKS Melayu PT Pelni dibina oleh lembaga non profit GMC Foundation yang sebelumnya bersama PT Pelni  telah sukses menjalankan program yang sama di Batu Licin, Kalimantan Selatan sejak 2018.

    Yahya menambahkan, terdapat lima Kapal Pelni yang singgah di Pelabuhan Bima dan rata-rata menghasilkan 12 ton sampah setiap bulannya. Dari jumlah tersebut, RSK Melayu PT Pelni memisahkan sampah anorganik dari sampah organik dan mampu mengelola rata-rata 6 ton sampah anorganik untuk dijadikan barang bernilai jual. "Masyarakat binaan RKS Melayu PT Pelni memanfaatkan sampah seperti botol plastik, popok bayi, sendok plastik, bungkus rokok, bahkan tutup botol. Sampah tersebut akan diubah menjadipot tanaman, meja kursi, vas bunga dan tempat sampah. Untuk pemasarannya, kita mengandalkan penjualan online amupun kunjungan langsung masyarakat yang berminat ke RKS Melayu," tambah Yahya.

    RKS Melayu PT Pelni sendiri berdiri di atas lahan TPS milik Pemerintah Kota Bima yang sudah memiliki kemampuan 3R (reduce, reuse, recycle). Untuk mendukung kegiatannya, PT Pelni melengkapi RKS Melayu dengan bangunan kerja ukuran 5x6m, motor bak roda 3 untuk angkutan sampah, serta 1 unit mesin untuk pengayak sampah dan 2 unit mesin pencacah sampah organik dan anorganik.

    Kehadiran RKS Melayu selanjutnya akan membina sembilan TPS milik Pemkot Bima dengan bimbingan dari pegiat lingkungan asal Kampung Inspirasi Bandung. "Kami berharap kehadiran RKS Melayu PT Pelni dapat memberikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, khususnya menghadirkan lingkungan yang sehat dan memiliki nilai tambah dari sampah rumah tangga yang dihasilkan," tutur Yahya. (son)