Teten Minta Daerah Fokus Kembangkan Produk Unggulan

    22
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, setiap daerah harus fokus dalam mengembangkan produk unggulan daerahnya masing-masing. "Produk unggulan itu artinya sudah memiliki demand, berbahan baku lokal, dan memiliki kekhasan khusus sebagai faktor pembeda dengan produk daerah lain. Terlebih lagi, kita kaya akan komoditi bernilai tinggi di berbagai daerah," ucap Teten pada acara Smesco Jambi Tuntas Festival 2019 di Gedung Smesco Jakarta, Sabtu (7/12).

    Menkop dan UKM menambahkan, Jambi harus mulai mengembangkan produk unggulan di luar yang sudah ada seperti kelapa sawit, batubara, dan karet. "Komoditas seperti itu sangat rentan bila terjadi perubahan iklim ekonomi global seperti yang terjadi saat ini. Saya usulkan, Jambi jangan hanya mengandalkan itu, tapi harus memperkuat produk-produk unggulan lain dari koperasi dan UMKM," tukas Teten.

    Teten pun menyebut produk kopi asal Jambi bertajuk Kopi Kerinci yang sudah mulai dikenal pasar, baik dalam maupun luar negeri. "Kopi bisa menjadi salah satu produk unggulan dari Jambi. Ini bisa digarap serius untuk pasar domestik hingga masuk ke global value chain. Harus kita garap dari sektor hulu hingga hilir, jangan sekadar menjual bahan baku. Saya yakin, masih ada produk unggulan asal Jambi yang bisa dikembangkan agar mendunia," tandas Teten.

    Oleh karena itu, Teten berharap, Pemprov Jambi mulai fokus pada produk unggulan apa yang akan dikembangkan dan diperkuat. "Wisata alam di Jambi, juga bisa menjadi salah satu produk unggulan yang bisa dikembangkan. Wisata alam yang ada di Jambi harus dikelola dengan baik agar bisa mendatangkan wisatawan," ujar Menkop dan UKM.

    Terlebih lagi, Teten merujuk kajian yang menyebutkan bahwa fenomena generasi milenial saat ini yang amat suka travelling atau berwisata. "Ini bisa dijadikan potensi pasar bagi daerah, karena destinasi wisata pasti akan diikuti sektor lain yaitu kuliner dan cinderamata yang notabene dihasilkan UMKM," kata Teten.

    Bagi Teten, destinasi wisata bisa menjadi windows produk unggulan daerah. "Ini potensi bagi daerah untuk membuat produk daerah berbeda dengan daerah lain. Kalau mau bersaing, ya harus membuat produk yang berbeda," tegas Menkop seraya menyebutkan bahwa mindset aparat pemerintah juga harus berubah, dimana pemerintah bukan mempersulit lewat regulasi dan birokrasi tapi mempermudah layanan hingga fasilitasi bagi pelaku UMKM.

    Untuk itu, Menkop dan UKM mengapresiasi gelaran festival produk unggulan daerah seperti ini. "Namun, harus dirancang dan dikonsep dengan baik dan benar. Tujuannya, agar gelaran promosi ini memiliki target dan tujuan pasar yang jelas. Event ini harus bisa mengangkat produk unggulan daerah agar dapat bersaing dengan produk asing," tukas Menkop.

    Ajang Promosi

    Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M Dianto mengatakan, Smesco Jambi Tuntas Festival merupakan event penting yang digagas dalam rangka untuk mempromosikan produk unggulan pelaku koperasi dan UMKM asal Provinsi Jambi, sehingga diharapkan semakin dikenal oleh masyatakat Tanah Air, maupun internasional. "Kami menyadari kegiatan ini memiliki arti dan makna penting dalam konteks pemberdayaan masyarakat Provinsi Jambi khususnya para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang selama ini banyak mengalami kendala dalam mengembangkan serta memasarkan produk usahanya,” kata Dianto, saat membacakan sambutan Gubernur Jambi, Fachrori Umar yang berhalangan hadir.

    Sekda menambahkan, dari sisi lain peluang berwirausaha, sangat terbuka. Khususnya, untuk berwiraswasta dalam memasarkan produk atau komoditi yang berbasis industri pengolahan hasil pertanian. "Mengingat hingga saat ini, produk domestik regional bruto Jambi hampir 30% berasal dari sektor pertanian," aku Dianto.

    Dianto pun mengakui, jika kondisi perekonomian Provinsi Jambi masih bergantung pada komoditi utama yaitu karet, kelapa sawit, dan batubara. Sedangkan harga dari tiga komoditi itu ditentukan oleh kondisi pasar internasional sehingga pemerintah sangat sulit melakukan intervensi.

    Berdasarkan fakta tersebut, lanjut Dianto, pemerintah pusat dan daerah berupaya meningkatkan dan menumbuhkan iklim usaha yang kondusif serta memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat, menciptakan peluang usaha. "Dengan demikian, banyak angkatan kerja yang tertampung yang pada akhirnya kebijakan tersebut dapat mengurangi angka pengangguran, dan kemiskinan dan juga dapat ditingkatkan pendapatan masyarakat," pungkas Dianto. (son)