KAI-MRT Kerjasama Wujudkan Integrasi Transportasi Jabodetabek

    48
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Kereta Api Indonesia dan PT MRT Jakarta melakukan penandatangan Perjanjian Pokok Pembentukan Perusahaan Dalam Rangka Integrasi Transportasi Jabodetabek yang disaksikan Gubernur DKIJakarta Anies Rasyid Baswedan, dan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

    Penandatanganan Perjanjian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi yang pada pokoknya memberikan arahan agar pengelolaan moda transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dapat dilakukan oleh satu otoritas dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta yang akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut.

    Sejalan dengan arahan tersebut, Pemrpov DKI Jakarta, melalui Peraturan Gubernur tentang penugasan PT MRT Jakarta untuk pembentukan badan usaha patungan bidang perkeretaapian perkotaan DKI Jakarta, menunjuk PT MRT Jakarta sebagai Pihak dalam pelaksanaan pengelolaan moda trasportasi perkeretaapian Jabodetabek melalui Perjanjian ini, dimana bersama-sama dengan PT Kereta Api Indonesia akan membentuk Perusahaan Baru (New Co) sebagai joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek. ”Menggunakan infrastruktur yang telah dibangun, BUMN akan berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengelolaan transportasi terintegrasi di DKI Jakarta," kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

    Seperti yang telah disetujui di dalam HoA, kata dia, kerjasama PT KAI dan PT MRT Jakarta melalui pembentukan New Co akan mematangkan konsep integrasi perkeretaapian dan sarana transportasi lainnya, serta mengembangkan potensi TOD di DKI Jakarta. "Kami merencanakan New Co ini akan efektif terbentuk pada awal tahun depan sebagai wujud komitmen BUMN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur dan konektivitas di daerah” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta,Anies Baswedan menyampaikan, pesan kunci selama 2 tahun terakhir ini adalah Integrasi Transportasi Publik. “Dan hari ini jadi awal dari sejarah baru bagi masyarakat Jabodetabek. Impian untuk memiliki publik transportasi kelas dunia, sekelas kota-kota modern terkemuka dunia lainnya, InsyaAllah akan segera terwujud," paparnya.

    Bagi Jakarta, sarana transportasi publik yang terintegrasi dan efisien adalah kunci untuk bisa bersaing dengan kota lain di dunia, sejalan dengan rencana Jakarta untuk menjadi pusat ekonomi, bisnis dan inovasi baik di Indonesia maupun di kawasan Asia.

    Setelah penandatanganan perjanjian ini, masih terdapat tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan hingga pembentukan New Co dapat terwujud. “KAI setuju bahwa ini perlu dilakukan, agar pengelolaan transportasi di Jabodetabek lebih maksimal, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan layanan moda transportasi massal,” ujar Dirut PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro.

    Selaras dengan KAI, kerja sama ini dipandang sebagai hal yang sangat penting dan strategis bagi perkembangan pengelolaan transportasi Jabodetabek, dimana Direktur Utama PT MRT Jakarta menyampaikan bahwa peristiwa (penandatanganan Perjanjian) ini adalah tonggak penting dalam pengelolaan transportasi perkotaan di Indonesia. “MRT Jakarta akan segera bekerja bersama KAI untuk mewujudkan perusahaan patungan sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati. Kami juga akan mulai menyiapkan rencana taktis dan strategis dalam rangka mewujudkan sistem transportasi umum kota yang terintegrasi dan berbasis pada pembangunan yang berorientasi transit (Transit-oriented Development),” ujarnya. (son)