Perkuat Pasar Thailand, Kemenparekraf Gelar Business Gathering

    33
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan business gathering sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia sekaligus evaluasi atas beragam program yang sudah berjalan, khususnya untuk pangsa pasar Thailand.

    Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf, Rizki Handayani mengatakan, dalam kegiatan ini beragam informasi tentang destinasi pariwisata Indonesia disampaikan. Termasuk rencana promosi pariwisata Indonesia yang akan digelar pada tahun 2020. "Kami optimistis, Business Gathering akan memberi dampak positif ekonomi bagi pariwisata Indonesia,” ungkap Kiki, panggilan Rizki Handayani.

    Sesi pertama diskusi digunakan untuk menjelaskan posisi VITO dan beragam aktivitas promosi yang dilakukan Kemenparekraf. Profil pariwisata Indonesia secara global juga disampaikan.

    Di sesi berikutnya, dilakukan pemaparan beragam Calendar of Event Indonesia 2020. Namun, atraksi yang akan ditawarkan sudah disesuaikan dengan selera pasar Thailand.

    Lebih lanjut, dilakukan pemaparan terkait 5 Destinasi Super Prioritas. Beragam keunikan dan kekhasan tiap destinasi disampaikan secara terperinci. Ikut dijelaskan juga kelebihan aksesibilitas dan posisi dari amenitasnya.

    Pada sesi ke-3 dilakukan games trivia terkait 5 Destinasi Super Prioritas itu. “Business Gathering ini kami manfaatkan sebaik-baiknya. Informasi terkait destinasi disampaikan secara komprehensif. Point utamanya tentu 5 Destinasi Super Prioritas tersebut,” tegas Kiki.

    Business Gathering diikuti oleh 29 peserta. Terdiri dari 20 TA/TO, 3 Airlines (Garuda Indonesia, Thai Airways, Thai AirAsia), dan 1 Asosiasi Wisata di Thailand. Business Gathering juga melibatkan 5 media lokal.

    Kiki mengatakan, peserta Business Gathering memiliki peranan vital terhadap pergerakan wisman Thailand ke Indonesia. "Peserta Business Gathering sangat beragam. Posisi mereka itu sangatlah penting karena bersinggungan langsung dengan pasar internal Thailand. Untuk itu, koordinasi intensif harus dilakukan. Apalagi, ada beragam strategi baru yang akan diterapkan untuk mengoptimalkan pasar Thailand,” lanjut Kiki.

    Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan suguhan makan malam serta lucky draw berhadiah tiket dan akomodasi 3D2N di Bali. Ada juga voucher akomodasi 3D2N di Lombok bagi dua orang. 

    Tak ketinggalan suguhan permainan Sasando, alat musik khas dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibawakan oleh Bertolens Aogus. Musisi Minati Devina juga ikut beraksi dengan permainan Biolanya. (son)