Ditjen Perkeretaapian Siap Kawal Angkutan Nataru

    17
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyatakan kesiapannya mengawal pergerakan masyarakat pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Pembangunan prasarana perkeretapian selama 5 tahun terakhir sepanjang hampir 1000 km, akan menambah nyaman masyarakat pengguna kereta api, karena kapasitas lintas dan keselamatan perjalanan kereta api telah meningkat. "Peningkatan kapasitas ini membuat perjalanan kereta api bertambah, dan sudah dituangkan dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019. Jumlah kursi kereta yang bisa dimanfaatkan masyarakat akan semakin banyak," demikian disampaikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, dalam Press Background Angkutan Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Selasa (10/12)

    Dijelaskan Zulfikri, dalam Gapeka 2019 yang telah diterapkan pada tanggal 1 Desember 2019, ada penambahan sejumlah perjalanan kereta misalnya kereta jarak jauh, meski ini dilakukan bertahap. Selain itu terdapat rute pelayanan baru sejalan dengan penambahan jalur lintas selatan Jawa. Sebagai contoh ada KA Baru dari Jombang ke Pasar Senen Jakarta.
    Untuk di Pulau Sumatera per 1 Desember 2019 KA Railink dari Bandara Kuala Namu sudah menggunakan jalan layang KA baru, dan terdapat penambahan perjalanan kereta dari 42 kali menjadi 50 perjalanan. Dengan pengoperasian ini, kemacetan di kota Medan menjadi berkurang.
    "Terkait prediksi penumpang pada Angkutan Nataru tahun ini, yang dilaksanakan tanggal 19 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020, diperkirakan jumlah penumpang meningkat sekitar empat persen (4%) dibandingkan tahun lalu. Asumsi jumlah penumpang tahun ini sekitar 5,91 juta orang. Sementara realisasi jumlah penumpang tahun 2018 sebanyak 5,68 juta orang,” kata Zulfikri.

    Di tahun ini, jumlah tempat duduk yang disediakan sebanyak 250.012 kursi untuk seluruh kelas baik eksekutif, bisnis, maupun ekonomi. Sementara di tahun 2018, jumlah tempat duduk hanya 240.162 kursi. "PT Kereta Api Indonesia telah menambah beberapa kereta cadangan, yakni 14 KA Bisnis dan 6 KA Ekonomi. Selain itu juga disediakan 6 KA Eksekutif Campuran, 2 KA Ekonomi Non PSO, dan 2 KA Pemanfaatan Idle untuk melayani Nataru," jelas dia.

    Sedangkan terkait jumlah tiket terjual sampai saat ini berkisar 50 persen, khususnya di tanggal tanggal favorit. Sesuai tren yang terjadi, biasanya menjelang hari H tiket tiket tersebut akan terjual.

    Sementara itu untuk menjamin keselamatan, DJKA telah melakukan serangkaian rampcheck (pemeriksaan di tempat) yang dimulai sejak 1 Oktober 2019 dan direncanakan selesai 13 Desember ini. Ada beberapa rampcheck yang telah dilakukan. Pertama rampcheck Standar Pelayanan Minimal (SPM) baik di Stasiun maupun di atas perjalanan kereta. "Rampcheck ini untuk memastikan pelayan yang diberikan kepada pengguna jasa terjamin, misalnya ketersediaan kelengkapan alat yang diperlukan dan fasilitas umum, baik di stasiun maupun di atas kereta. Telah dilakukan rampcheck terhadap 109 stasiun dan 104 Kereta," jelas Zulfikri.

    Kedua, DJKA telah melakukan rampchek terhadap sarana dan lokomotif. Untuk lokomotif sebanyak 289 lok, tersebar di Jawa 245 lok, dan Sumatera sebanyak 44 lok. Sedangkan rampcheck sarana kereta penumpang sebanyak 2.075 kereta dengan rincian di P.Jawa 1.848 kereta, di P. Sumatera 277 kereta.

    Selain rampcheck, untuk lebih memastikan kesiapan angkutan Nataru juga dilakukan inspeksi keselamatan. Bersama sama dengan PT. KAI dan KNKT menggunakan kereta khusus untuk memantau langsung kondisi parasarana dan SDM yang mengoperasikannya. Pemantauan dilakukan di Lintas Utara Jawa dan Lintas Selatan Jawa selam 3 hari. "Kita ingin pastikan setiap DAOP telah siap dengan angkutan Nataru ini. Semua ini dilakukan agar kita bisa melayani saudara-saudara kita yang akan melakukan mudik pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru," tegas Zulfikri. (son)