BICC Pikat Perhatian Wisatawan

    27
    BATAM (Bisnisjakarta)-
    Berbagai atraksi budaya sukses pikat perhatian wisatawan yang datang saat Batam International Culture Carnival 2019 di Nuvasa Bay-Nongsa Pura Fery Terminal, Nongsa, Batam, Kepri, 7-8 Desember 2019

    Setidaknya ada tujuh budaya yang tampil, yaitu Jambi, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Sulsel, dan Sultra. Dalam karnaval, para peserta menampilkan beragam atraksi budaya. Seperti peserta asal Bali memamerkan tarian khasnya. Sementara Jakarta menghadirkan boneka raksasa oleh Ondel-Ondel.

    Yang tidak kalah memikat adalah peserta Jabar yang menampilkan Tari Jaipong. Tari pergaulan tradisional Tatar Sunda ini menggabungkan beragam elemen seni tradisi. Sebut saja Pencak Silat, Wayang Golek, Topeng Banjet, Ketuk Tilu, juga lainnya. Untuk kekayaan budaya Jawa Tengah diwakili Tari Topeng Ireng.

    Kegiatan event ini diikuti 60 Miss Republic International dari Asia, Eropa, dan Afrika. Ada juga 25 International World Agent dan 100 peserta dari Hare Khrisna. Sementara peserta domestik antara lain Finalis Manhunt Indonesia, Kids Carnival, Landmark of Kepri, Ethnic of Kepri, Flora and Fauna Kepri, Oceanna, juga Pengantin Nusantara (Foperba).

    “Kami secara khusus memberi apresiasi atas penampilan seni dan budaya dari berbagai daerah di tanah air. Seni dan budaya otentik yang ditampilkannya menambah warna-warni Batam International Culture Carnival 2019. Kami yakin beragam tarian yang ditampilkan akan menggerakan wisman untuk datang langsung ke tiap daerah di tanah air,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar saat Batam International Culture Carnival 2019.

    Event semakin seru dengan Reog Ponorogo, Jawa Timur. Sementara peserta asal Jambi menyajikan Tari Lukah Gilo dari Kabupaten Tebo. Batam International Culture Carnival 2019 semakin lengkap dengan Kesenian Buton Selatan yang menjadi daya tarik destinasi Sulawesi Tenggara. Adapun Sulawesi Selatan menampilkan Kesenian Bugis.

    Selain karnaval budaya ada pula berbagai macam seperti seminar yang diikuti akademisi, sanggar seni se-Kota Batam, hingga Batam Tourism Promotion Board. Ada juga dari paguyuban, asosiasi pariwisata, DPD Tiara Kusuma Kepri, dan media.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Calendar of Events Kemenparekraf Esthy Reko Astuty, menambahkan, Batam International Culture Carnival 2019 memiliki keberagaman luar biasa. Semua suku bangsa ikut bergabung dalam ajang tersebut. Beberapa daerah di Indonesia juga berparade di dalamnya. Respon luar biasa ini tentu jadi tantangan ke depan.

    Selian itu, Karnaval Batam International Culture Festival 2019 juga diisi show seni dan budaya, Marching Band, Paskibraka, hingga Tari Persembahan. Disajikan juga warna warni budaya Melayu, seperti Kompang, Bunga Manggar, dan Tari Kreasi Melayu. Bersama kostum megah, beragam sajian budaya ini pun menjadi sasaran utama mata kamera para wisatawan. (son)