Sasar Milenial dan Kaum Ibu, Stafsus Presiden Siapkan Program Ini

    22
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Staf khusus  Presiden Putri Tanjung mengatakan pihaknya siap membantu Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan upsklling atau peningkatan keahlian pada UMKM muda yang kini mulai banyak tumbuh dan berkembang di berbagai kota. "Kami merasa senang karena Kementerian ini memiliki perhatian lebih pada UMKM anak-anak muda yang kini mulai banyak berkembang," kata Putri usai menghadap Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Jum'at (13/12).

    Putri mengatakan, pihaknya menyiapkan program upskilling untuk meningkatkan kemampuan anak-anak muda ini melalui pelatihan terkait bisnis knowledge, maintanance sampai pemasaran produk baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.

    Saat ini rencana upskilling itu masih dalam proses planning program. Direncanakan, kata dia, terhadap UMKM anak muda nanti dilakukan talent voting (pemilihan) UMKM muda yang memiliki produk-produk potensial, untuk kemudian mereka akan masuk dalam inkubasi dimana akan diberikan berbagai materi dan pelatihan tentang creativepreneur.

    Putri yakin bahwa Indonesia khususnya anak-anak muda memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. "Tinggal bagaimana kita mengarahkan kreativitas mereka itu menjadi bisnis yang menguntungkan," ujarnya.

    Program Mekaar

    Ia menambahkan, pihaknya juga siap membantu UMKM kaum ibu yang tergabung dalam program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga).

    Mekaar merupakan program unggulan dari PNM (Permodalan Nasional Madani)  yang menyasar kalangan ibu-ibu rumah tangga prasejahtera. Mayoritas nasabah merupakan usaha mikro seperti pedagang kelontongan, usaha perdagangan, dan jasa lainnya.

    Pinjaman yang dikucurkan senilai Rp2 juta sampai Rp5 juta per orang untuk setiap kelompok. Satu kelompok terdiri dari minimal 10-30 orang, tanpa memberikan jaminan.

    Usaha yang dibiayai adalah mereka yang tidak tersentuh oleh perbankan, karena sulit untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan perbankan. Pola pembiayaan menggunakan semangat gotong royong, dimana jika ada nasabah kesulitan atau enggan membayar merupakan tanggungjawab kelompoknya.

    Dengan demikian, ada semangat kebersamaan di antara mereka. Sanksi yang diberikan kepada nasabah bandel juga sanksi sosial. Justru dengan konsep itu, nasabah umumnya lebih patuh dan berusaha melunasi pinjamannya. "Saat ini program Mekaar sudah menjangkau 5,4 juta kaum ibu," ungkap Putri. (son)