Bandara Ngurah Rai Suguhkan Seni Tradisional Bali Sambut Wisatawan

    42
    DENPASAR (Bisnisjakarta)-
    Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang merupakan pintu gerbang utama keluar masuknya para wisatawan ke Pulau Dewata, menyuguhkan sejumlah pertunjukan seni tradisional Bali yang dipentaskan di kawasan terminal bandara. "Kegiatan yang telah kami awali pada 7 Desember lalu ini, bertujuan agar Bandara Ngurah Rai sebagai tempat persinggahan pertama dan terakhir bagi penumpang selama berwisata di Bali dapat menjadi media dalam upaya pelestarian budaya Bali,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry AY Sikado di Denpasar, Sabtu (14/12).

    Pertunjukan seni tradisi kebudayaan bali tersebut mengambil tajuk "Regular Balinese Culture Performance" dengan mementaskan karya seni dalam bentuk sejumlah tarian tradisional serta Parade Gebogan. "Kegiatan Parade Festival Kesenian Bali ini menampilkan sejumlah tarian Bali seperti Tari Blibis dan Legong yang kami hadirkan untuk menghibur serta memperkenalkan salah satu intisari kebudayaan Bali ini kepada para penumpang," kata Herry Sikado.

    Ia menambahkan kegiatan Parade Festival Kesenian Bali kepada penumpang pesawat tersebut sebenarnya bukan yang pertama kali dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai.

    Kegiatan serupa juga direncanakan ditampilkan sebanyak dua kali dalam seminggu yang akan dipentaskan di Terminal Keberangkatan Domestik serta Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai. "Justru frekuensi dari kegiatan ini kami tambahkan karena selain untuk melestarikan kebudayaan Bali, hal ini dapat menjadi suguhan yang berkesan bagi para penumpang,” ujarnya.

    Selain penampilan tarian, para penampil yang merupakan personel dari unit Airport Security Bandara Ngurah Rai tersebut juga turut mementaskan parade berkeliling Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional dengan diiringi oleh instrumen Gong Suling.

    Dengan hadirnya pertunjukan tersebut, Herry Sikado berharap dapat semakin memperkuat nuansa kebudayaan Bali di dalam kawasan terminal bandara. "Hadirnya pertunjukan ini di bandara akan memberikan semacam memori khusus bagi para wisatawan yang sedang menunggu penerbangan sehingga dapat menjadi salah satu faktor yang akan membuat mereka berkeinginan kembali lagi ke Bali,” katanya.

    Ia menambahkan ke depan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menampilkan kesenian oleh penampil yang berasal dari berbagai sanggar seni dari seluruh wilayah Bali. "Kami ingin melalui kegiatan ini, bandara juga dapat menjadi tempat bagi para seniman tradisional Bali untuk menyalurkan karya mereka,” ujar Herry. (son)