Investasi Asing Tak Bisa Dieksekusi Capai Rp 700 Triliun

    43
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Pemerintah masih berharap komitmen investasi sebesar Rp 700 triliun bisa segera dieksekusi melalui tahapan perbaikan perizinan dan kemudahan iklim berinvestasi. "Kita harus membuka peluang dan perbaikan atau kemudahan berinvestasi, mengingat saat ini Indonesia masih menempati peringkat 50 negara dengan kemudahan investasi menurut survei Bank Dunia," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Farah Ratnadewi Indriani saat pembukaan  ICEE 2019 di Jakarta, Selasa (17/12).

    Pembukaan International Consumer Electronics Expo Indonesia (ICEE) dihadiri Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail, Kepal Seksi Dalam Negeri Kemendag Ika Ary Astuti Purnama, Fasilitator Pedagangan Kemendag Afiliani Rachmatika, dan Chinese Economy & Trade Counsulate General Wang Liping.

    Farah bersyukur, upaya memperbaiki investasi dan perizinan sudah dilakukan melalui satu pintu yaitu melalui BKPM, dan berharap kendala investasi yang selama ini investor keluhkan masalah perizinan segera terselesaikan. "Instruksi Presiden Jokowi bahwa investasi melalui satu pintu yaitu lewat BPKM," ungkap Farah.

    Farah juga berharap, dengan pamarena ini terjadi transfer teknologi karena banyak produk yang dipameran yang berasal dari China ini sangat dubutuhkan masyarakat Indonesia. Ia juga mengungkapman bahwa saat ini investasi China mencapai 13,1 miliar dolar atau investasi asing terbesar ketiga di Indonesia. "Investasi asing akan membuka peluang kerja bagi rakyat Indonesia," katanya.

    Founder of Kreen Indonesia selaku pelaksana ICEE Indonesia 2019 Sutardi mengatakan, 95% dari peserta pameran adalah produsen dan sisanya adalah pedagang atau dealer besar. Peserta pameran tidak hanya produsen produk tetapi juga pengembang. Lebih dari 60% peserta pameran menunjukkan bahwa mereka berinvestasi dalam R&D setiap tahun dan mengembangkan produk yang paling trendi, canggih dan terkini. "Pembeli dapat menemukan produk Consumer Electronics (CE) mulai dari produk komunikasi hingga kendaraan electrik paling trendi dan terbaru di ICEE Indonesia serta dengan harga terbaik," jelas Sutardi.

    Melihat perkembangan teknologi digital yang berjalan cepat seiring dengan trend gaya hidup di era digital saat ini, Sutardi memastikan, ICEE Indonesia hadir pada waktu yang tepat dan berfungsi sebagai platform perdagangan untuk pembeli dari Indonesia dan negara-negara tetangga. "Ini adalah platform sumber bagi pembeli untuk bertemu pemasok global produk-produk berkualitas tinggi dan menciptakan peluang dan pengembangan bisnis yang baik khususnya di segmen Consumer Electronics," papar Sutardi.

    Tujuan digelarnya ICEE adalah untuk memperluas jaringan para pengusaha dalam menjalin kerjasama bisnis. Pameran ini diyakini akan menjadi platform yang baik bagi perusahaan produsen dan buyer dalam mengembangkan usahanya seiring menuju industri 4.0.

    Semua produk-produk dan teknologi terkini yang berhubungan langsung dengan Consumer Electronics dihadirkan pada ICEE Indonesia 2019. Lebih dari 200 exhibitor berpartisipasi dan berbagi trend dan teknologi khususnya di segmen Consumer Electronics. (son)