UUS Tumbuh Signifikan, Begini Strategi Maybank

    69
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia (Maybank Indonesia) mampu berkembang secara signifikan meskipun dinilai bahwa industri syariah tengah mengalami banyak tantangan sehingga pertumbuhannya tidak maksimal.

    Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia (Maybank Indonesia), Taswin Zakaria saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (18/12) mengatakan, Maybank menerapkan strategi yang tepat sehingga mampu mendorong pertumbuhan Maybank Syariah. 

    Strategi tersebut, kata Tazwib, adalah memposisikan produk-produk dari syariah sebagai alternatif pilihan artinya tidak ada pemisahan antara produk syariah dan konvensional. Ia mencontohkan, pegawai Maybank selalu menyodorkan dua produk kepada nasabah yaitu produk konvensional dan produk syariah. 

    Selain itu, kata dia, Maybank Indonesia juga menekankan bahwa produk syariah tidak hanya untuk nasabah muslim saja. Nyatanya, syariah merupakan solusi yang bisa digunakan oleh nasabah muslim maupun non-muslim. "Kalau kita pisahkan antara muslim dan non-muslim, disitulah tantangan pertumbuhan yang akan muncul," jelas Taswin.

    Menurut Tazwin, pemisahan itu justru akan menghambat pertumbuhan industri syariah. 

    Mengenai rencana spin off Unit Usaha Syariah (UUS),Tazwin mengungkapkan, perseroan tengah menggodok rencana tersebut secara mendalam. Alasannya, jika tak diperhitungkan dengan baik maka spin off justru bisa menghambat pertumbuhan.

    Menengok kinerja sembilan bulan pertama di 2019, aset pertumbuhan perbankan syariah Maybank alami kenaikan, yakni tumbuh 10,6 persen menjadi Rp 33,4 triliun, serta berkontribusi 18,8 persen terhadap total aset bank.

    Selain itu, pembiayaan Syariah tumbuh 3,0 persen menjadi Rp 24,5 triliun, dan simpanan Syariah tumbuh signifikan 45,9 persen menjadi Rp 26,4 triliun, berkontribusi 22,8 persen terhadap total simpanan bank.

    Begitu pun dengan rasio Non Perfoming Financing (NPF) gross, membaik menjadi 1,30 persen per Sep-2019 dari 2,87 persen per Sep-2018. (son)