Konflik di Papua Akibat Dendam

    90
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Dua anggota TNI, Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky Ramadhan gugur usai diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang diduga dipimpin Lekagak Telenggeng pada Selasa (17/12).

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) Papua DPR-DPD Filep Wamafma  mengatakan, peristiwa penyerangan yang terus berulang semacam ini kerap terjadi di daerah rawan konflik semacam Intan Jaya. Ia menegaskan peristiwa seharusnya membuka mata semua pihak bahwa persoalan di Papua harus segera diselesaikan. "Konflik yang terjadi, sesungguhnya merupakan letupan-letupan dendam akibat saling menyerang, saling menuding kesalahan, saling mempertahankan ego, baik pihak pemerintah, maupun pihak KKB," sebut Filep di Jakarta,  Kamis  (19/12).

    Peristiwa ini, menurutnya, juga sejatinya juga dapat membuka hati nurani semua pihak bahwa nuansa kebencian sedang berakar dan berkembang di Tanah Papua.

    Oleh karena itu, Filep mengingatkan pendekatan militeristik yang dilakukan pemerintah dan TNI ketika ada anggotanya terbunuh atau diserang sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, akan ada kesan upaya itu dinilai sebagai aksi balasan dendam. "Sesungguhnya tidak mudah mendudukkan 'singa' dan 'harimau' pada satu meja, kecuali kepada keduanya dihadirkan santapan yang sama lezatnya," ujarnya.

    Dalam hal ini, pemerintah harus memastikan bahwa baik TNI maupun KKB harus duduk bersama dan bicara dari hati ke hati, tentang masa depan anak-anak Papua, tentang kedamaian yang seharusnya dirasakan di Papua.

    Dalam pola pikir yang sama, para elit politik daerah, juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, perlu mengambil langkah-langkah konkrit yang mendukung terciptanya ruang dan waktu untuk duduk bersama dan membicarakan masalah Papua secara jujur.

    Sikap jujur karena jujur merupakan inti dari keadilan. Yaitu Keadilan yang penuh kejujuran tentang sejarah, perjuangan, pembangunan, dan penegakan Hak Asasi Manusia. "Selama semua itu belum ditempatkan pada ruang kejujuran, maka keadilan dan kedamaian di Tanah Papua hanya merupakan sebuah utopia berkepanjangan," ujarnya.

    Sudah saatnya, menurut Filep pemerintah memperhatikan masalah di Papua secara serius. "Pembalasan dendam dan kesedihan akan terus mencederai masyarakat sipil, dan mungkin juga para militer, bila tidak ada perhatian serius tentang hal ini," tegasnya.

    Untuk diketahui, Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky Ramadhan ditembak orang tak dikenal saat keduanya sedang melaksanakan bakti sosial menyambut Natal dan Tahun Baru di Kampung Kulapa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30 WIT.

    Insiden penyerangan itu terjadi saat sejumlah anggota TNI-Polri beserta masyarakat sedang mengangkut logistik dari kedudukan helipad ke arah Kampung Kulapa, tempat kegiatan baksos. (har)