MV Sun Princess Tutup Rangkaian Kunjungan Kapal Pesiar di Tanjung Emas

    52
    SEMARANG (Bisnisjakarta)-

    Sebanyak 2.103 orang wisatawan mancanegara turun melalui kapal pesiar (cruise) MV Sun Princess di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (31/12) pukul 07.00 WIB yang berlayar dari Pelabuhan Makassar. Kapal MV Sun Princess dengan panjang 261.31 meter, berbendera Bermuda merupakan kapal cruise terakhir yang sandar di Pelabuhan Tanjung Emas di tahun 2019.

    Kedatangan MV Sun Princess disambut oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Ade Rahayu dan Kepala Seksi Bimbingan Usaha Aryu Dewi serta GM PT. Pelindo III Cabang Tanjung Emas, Farris Hariyoso. "Total ada 24 kapal wisatawan mancanegara dengan jumlah wisatawan sebanyak 17.869 orang di tahun 2019 ini. Jumlah tersebut turun 10.22% dari tahun lalu (2018) atau turun sebanyak 3.034 orang." papar Ade Rahayu.

    Lebih lanjut Ade mengungkapkan, seperti pelabuhan kapal pesiar lainnya, para wisatawan yang turun akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Jawa Tengah antara lain Borobudur ataupun kawasan Tlogo Agro di Bawen. "Ada juga wisatawan yang menginginkan city tour dengan mengunjungi tempat menarik dan bersejarah di kota Semarang seperti Kota Lama, Sam Poo Kong, Simpang Lima dan Lawang Sewu," imbuhnya.

    Sementara itu GM Pelindo III Tanjung Emas Farris mengatakan, setelah ini pihaknya akan melakukan evaluasi khususnya mengenai pelayanan dan peningkatan fasilitas khususnya di terminal internasional Pelabuhan Tanjung Emas untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi para wisatawan mancanegara. "Selama ini kami telah sediakan hiburan seperti live music, stand souvenir dan tarian sambutan kedatangan. Ke depan kami akan semakin meningkatkan pelayanan agar semakin banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia," ungkap Farris.

    Selanjutnya kapal cruise MV. Sun Princess direncanakan akan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Lembar. Kedatangan kapal cruise ke Indonesia memang menjadi salah satu agenda utama Pemerintah yang saat ini tengah memprioritaskan pembangunan sektor pariwisata di Indonesia. (son)