Banjir Jabodetabek, Korban Meninggal Dunia Capai Sembilan Orang

    48
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Hujan deras sejak Selasa siang (31/12) hingga Rabu (1/1)  membuat wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya banjir.

    Banjir menggenangi wilayah perumahan, terputusnya akses jalan umum dan sejumlah ruas jalan tol, terputusnya akses transportasi kereta api rel listrik (KRL), menghanyutkan kendaraan motor dan mobil serta sejumlah korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik, tertimbun longsor maupun tenggelam.

    Salah satu titik banjir paling parah terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Hingga Rabu sore (1/1) ketinggian air masih setinggi atap rumah.

    Dari penuturan warga setempat, air mulai merendam pemukiman tersebut pada Rabu pukul 02.15 dini hari.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meninjau langsung korban banjir di sejumlah titik di Ibukota mengungkapkan hingga Rabu (1/1) sore tercatat empat warga DKI Jakarta meninggal akibat banjir, sedangkan secara total, ada sembilan orang meninggal dunia di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). "Sejauh ini ada empat (orang) confirmed meninggal. Dua di Jakarta Timur, satu Jakarta Pusat, dan satu Jakarta Selatan," ungkapnya di kawasan Monas, Jakarta usai meninjau lokasi banjir dengan helikopter.

    Anies menegaskan untuk saat ini prioritas utama yang dilakukan adalah penyelamatan korban. Untuk keperluan itu, prmprov DKI mengerahkan 120 ribu petugas. "Jadi alhamdulillah tempat tinggal sementara, hunian, fasilitas kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, makanan, minuman semua alhamdulillah sudah disiapkan,"  ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, menjelaskan korban meninggal dunia akibat banjir di daerah Jabodetabek mencapai sembilan orang.

    Sebanyak empat orang tercatat meninggal di Jakarta. Mereka antara lain M Ali (82), warga Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, meninggal karena hipotermia; Siti Hawa (72), Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia.

    Baca Juga :   Akta Kelahiran Bisa Langsung Diurus di RS Sesaat Dilahirkan

    Willi Surahman, Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia; serta Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggal akibat tersengat listrik.

    Sedangkan lima korban lainnya berasal dari sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Jakarta antara lain Depok dan Bogor. Yaitu Rumsinah (68), warga Jalan Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor.

    Di lokasi yang sama, ada bocah berinisial N (8) dan Amelia (27) yang disebut meninggal akibat timbunan longsor.  Selain itu, Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia meninggal karena terseret arus banjir akibat tanggung kali yang berada persis di depan rumahnya jebol.

    Terakhir, Kusmiyati (30), korban tertimpa tanah longsor, di Tanah Sereal, Kota Bogor.  BNPB memperkirakan tidak menutup kemungkinan korban meninggal dunia masih akan bertambah.

    Akses Transportasi Terputus

    Selain korban meninggal dunia, beberapa stasiun kereta api rel listrik (KRL) terendam air. Akibatnya layanan KRL tidak bisa melintas.

    PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) @CommuterLine melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan beberapa stasiun yang terendam banjir adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Pondok Ranji, Kebayoran, Rawa Buaya dan Batu Ceper.

    Perjalanan kereta dari Bogor/Depok menuju Jatinegara/Angke dan Nambo-Angke juga terganggu karena banjir. Akibatya kereta hanya sampai di Stasiun Manggarai.

    Juru bicara PT KCI Anne Purba memohon maaf atas gangguan perjalanan KRL Commuter Line ini. "Hal ini karena genangan air di sejumlah wilayah ketinggiannya telah melewati permukaan rel sehingga tidak aman untuk KRL melintas," kata Anne.

    Selain terputusnya akses KRL, hujan yang terus mengguyur Wilayah Jabodetabek juga menggenangi sejumlah ruas tol.  Tol dalam kota BSD dari arah Pondok Aren tergenang hingga ketingiian 50cm-100cm.

    Baca Juga :   Begini Kepedulian Kemenparekraf Terhadap Pekerja Pariwisata di Bali

    Sehari sebelumnya, banjir juga menggenangi ruas tol Cikampek – Palimanan (Cipali). Banjir di ruas jalan tol tersebut membuat kemacetan panjang. Peristiwa tersebut ramai direspon masyarakat setelah videonya viral di media sosial. (har)