Pemkot Tangerang Harapkan Korban Banjir Bersedia Dievakuasi

    21
    TANGERANG (Bisnisjakarta)-
    Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin berharap agar sejumlah warga yang masih bertahan di rumah dengan kondisi banjir mencapai 80 sentimeter agar bersedia  dievakuasi demi keselamatan. "Tokoh masyarakat dan warga lain harus saling bantu, usahakan agar warga mau dievakuasi demi keselamatan," ujar Sachrudin kepada warga yang berada di sekitar Perumahan Wisma Tajur, Kamis (2/1).

    Didampingi Camat Ciledug Syarifudin, Sachrudin meninjau sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Ciledug yang menjadi korban dari musibah banjir yang terjadi di awal tahun 2020.

    Sachrudin meninjau wilayah Perumahan Wisma Tajur RW 07, Kelurahan Tajur, Ciledug, Kamis (2/1) guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

    Sachrudin juga meminta agar aparat kecamatan dan kelurahan bisa memberikan data akurat tentang kondisi terkini daerah-daerah yang dilanda musibah banjir. "Bantu semaksimal mungkin warga yang kebanjiran karena sudah tugas kita sebagai aparat pemerintah," katanya.

    Ia berpesan agar data secara mendetail warga yang masih bertahan di dalam rumah, jangan sampai ada yang terlambat dievakuasi.

    Selain Perumahan Wisma Tajur, Sachrudin juga menyambangi Komplek Perumahan Pondok Lakah Permai RW 16, Kelurahan Peninggilan, yang juga terkena musibah banjir di wilayah Kecamatan Ciledug. "Terima kasih untuk masyarakat yang sudah bahu membahu membantu korban banjir," kata Sachrudin.

    Pemerintah Kota Tangerang mencatat warga terdampak banjir mencapai 16 ribu jiwa lebih yang tersebar di 13 Kecamatan.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Banjir Kota Tangerang, ketinggian air yang merendam pemukiman dan jalan raya mulai dari 15 sentimeter hingga 130 sentimeter. Sebaran banjir terjadi merata di 13 Kecamatan dengan jumlah warga terdampak bervariasi. (son)