Kemenhub-Stakeholder Penerbangan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

    23
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama dengan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, AirNav Indonesia, PT Garuda Indonesia, dan lainnya menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat korban banjir yang berada di sekitar Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu (4/1).

    Pada kesempatan yang sama juga diberikan batuan sosial untuk para pegawai Direktorat Jenderal Perhubungan udara yang tertimpa bencana banjir.

    Secara simbolis, penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, di Gedung Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/1).

    Polana mengatakan, penyaluran bantuan di beberapa tempat di Jakarta merupakan wujud kepedulian pemerintah dan juga stakeholder penerbangan bagi masyarakat korban banjir. Polana berharap, bantuan yang disalurkan itu dapat bermanfaat untuk meringankan beban masyarakat korban banjir. "Kami mengapresiasi penggalangan bantuan korban banjir yang dilakukan bersama stakeholder penerbangan, yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, Garuda Indonesia, AirNav Indonesia dan lainnya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara kita yang mengalami musibah," kata Polana.

    Selain menyalurkan bantuan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menyediakan posko kesehatan melalui Balai Kesehatan Penerbangan, posko ini merupakan posko tanggap darurat untuk bantuan korban banjir yang membutuhkan pertolongan medis. Posko kesehatan dilengkapi petugas kesehatan dan ambulans.

    Sebelumnya, Polana juga melakulan peninjauan ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma pada Rabu, 01 Januari 2020 untuk melakukan evaluasi dan assessment terhadap Bandara Halim Perdana Kusuma yang sempat ditutup beberapa jam akibat genangan air di landasan pacu akibat akibat hujan yang melanda Jabotabek.

    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi intensif dengan penyelenggara bandara, maskapai, penyelenggara navigasi penerbangan serta stakeholder penerbangan lainnya untuk menentukan langkah-langkah yang tepat guna mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan akibat keadaan kahar, karana keselamatan adalah yang utama dalam penerbangan. (son)