67 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Jabodetabek

    24
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir Jabodetabek dan sekitarnya bertambah menjadi 67 orang hingga Senin (6/1). "Korban meninggal karena banjir lima orang di Kota Tangerang dan satu orang meninggal di pengungsian di Kabupaten Bogor. Korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah diketemukan oleh Tim SAR Gabungan dan dinyatakan meninggal di Kabupaten Lebak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (6/1).

    Korban jiwa yang semula didata 60 orang pada Sabtu (4/1) bertambah menjadi tujuh orang dengan orang-orang yang dinyatakan hilang telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan berasal dari Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang, Banten serta satu orang dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Tujuh nama korban tambahan itu adalah Aceng Ismail (52), Nining (75), Rosdiana (60), Fatir (14), John Andreas (14) serta Rizki (7) dari Kota Tangerang dan Kabupaten Lebak. Sementara korban ketujuh yang ditemukan Emah (65) berasal dari Kabupaten Bogor.

    Ada satu korban yang masih belum ditemukan atas nama Muhadi (35) yang berasal dari Kabupaten Lebak.

    Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan air masih menggenangi beberapa wilayah yaitu Kabupaten Bekasi setinggi 20-30 sentimeter (cm), Kota Bekasi 20-60 cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm dan Jakarta Barat 20-150 cm. "Walaupun genangan air kian surut, terjadi penambahan jumlah pengungsi sebesar 917 jiwa menjadi 36.419 jiwa dan titik pengungsian pada beberapa wilayah," ujar Agus.

    Wilayah-wilayah itu antara lain Kabupaten Bekasi 3 titik, Kota Bekasi 75 titik, Kabupaten Bogor 27 titik, Kota Tangerang Selatan 1 titik, Jakarta Timur 1 titik, Jakarta Barat 5 titik, Jakarta Selatan 1 titik, Jakarta Utara 1 titik, Kabupaten Lebak 8 titik dan Kota Depok 6 titik.

    BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dengan potensi curah hujan yang tinggi dalam sepekan ke depan.

    Kepala BNPB Doni Monardo juga meminta pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) aktif menginformasikan peringatan dini cuaca dari BMKG kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. (son)