Cuaca Buruk di Karimunjawa, Wisatawan Dipulangkan Dengan Kapal Pelni

    47
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-

    Sehubungan dengan terjadinya cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, pelayaran kapal-kapal wisata dari Jepara – Karimunjawa menghentikan operasinya, hal tersebut membuat ratusan wisatawan yang berada di Karimunjawa dipulangkan menggunakan Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni  Yahya Kuncoro di Jakarta, Senin (6/1) mengatakan, KM Kelimutu yang melayari Semarang – Karimunjawa membawa sekitar 664 penumpang dan 9 balita di mana mayoritas adalah wisatawan. "Sejak hadir 5 tahun silam, dua kapal Pelni yaitu KM Kelimutu dan KM Lawit, secara bergantian melayari wilayah Semarang-Karimunjawa setiap minggunya," ucap Yahya.

    Kedua kapal reguler tersebut memiliki jadwal pelayaran setiap Jumat, pukul 23.59 dari Semarang dan kembali pada Minggu, pukul 13.00 dari Karimunjawa dan tiba di Semarang pada pukul 18.00. Tidak hanya saat cuaca cerah, saat cuaca buruk pun Kapal tipe 1.000 pax ini masih mampu berlayar menerjang ombak setinggi 2,5 meter, sehingga meskipun cuaca buruk kapal PELNI masih dapat beroperasi.

    Kehadiran Pelni di wilayah Karimunjawa, Jawa Tengah kian terasa dalam menggerakkan pariwisata bahari. Sepanjang tahun 2019, Pelni telah mengangkut ratusan wisatawan menuju Karimunjawa. "Sehubungan dengan musim hujan, PELNI saat ini belum melakukan penjualan paket wisata menuju Karimunjawa. Wisata terakhir dilakukan pada 20-22 Desember 2019," terangnya.

    Dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan dalam berlayar dan berwisata, Pelni akan kembali menjual paket wisata bahari menuju Karimunjawa pada akhir Maret atau awal April. Diperkirakan pada bulan tersebut laut sudah mulai tenang. (son)