Badan Riset dan Inovasi Nasional Harus Berorientasi Bidang Ilmu Pengetahuan

90

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Gagasan Bung Karno tentang pembentukan badan riset dan inovasi nasional yang bertugas untuk melakukan dan mengintegrasikan riset agar pembangunan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ideologis, etis dan ilmiah.

Oleh karena itu, organisasi kedeputian badan riset dan inovasi sudah saatnya seperti juga di negara-negara lain, berorientasi pada bidang ilmu pengetahuan, bukan operasional birokrasi. “Riset ilmu pengetahuan tersebut saya usulkan menampung empat rumpun keilmuan yang menyangkut manusia, hewan, tumbuhan dan teknologi,” ungkap Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dalam kererangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (10/1).

Jika hal ini dapat terwujud, Indonesia diyakini tidak lagi terjebak pada pemikiran riset untuk pembangunan ilmu pengetahuan saja, tetapi sudah masuk pada paradigma riset ilmu pengetahuan untuk pembangunan, science based policy, science for better life, science for humanity and world peace.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 telah mematrikan bahwa riset adalah awal dari pembangunan itu sendiri. Artinya, riset pembangunan suatu negara adalah kunci kedaulatan, termasuk dalam pembangunan bidang pertahanan dan keamanan.

Riset yang berdaulat, merupakan hal fundamental dalam menjalankan roda pembangunan menuju negara industri maju, negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Riset adalah langkah awal bagi suatu bangsa, untuk menjadi bangsa yang tidak hanya merdeka, tetapi juga berdaulat. (grd)