KAI-MRT Kembangkan KA Urban

    25
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap perusahaan patungan yang dibentuk oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta dapat menjadi acuan bagi pengembangan angkutan kereta urban di seluruh Indonesia. "Jika model kerja sama seperti ini berhasil, maka ini bisa dijadikan acuan bagi daerah lain dalam mengembangkan angkutan umum massal khususnya perkeretaapian perkotaan," ujar Budi Karya di Jakarta, Jumat (10/1).

    Budi Karya mengatakan bahwa integrasi antarmoda, pengembangan kawasan TOD, dan penataan simpul transportasi jika dikelola dengan baik, maka dampaknya bagi pengembangan kota akan sangat baik.

    Hal tersebut tentunya akan membawa kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan angkutan umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta mengurangi kemacetan. "Saya berharap agar kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), dan PT Kereta Api Indonesia menandatangani “Perjanjian Pemegang Saham antara PT MRT Jakarta Perseroda dan PT Kereta Api Indonesia Persero”.

    Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro dengan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan PhD

    Perusahaan patungan bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang akan mengelola dan menata 72 stasiun, termasuk kereta api bandara, dan kereta
    commuter line.

    Dalam waktu yang sama, ditandatangani pula Perjanjian Pemegang Saham antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang lakukan langsung oleh direktur utama kedua perusahaan.

    Baca Juga :   13 Kelompok Petani Bojonegoro Manfaatkan Perhutanan Sosial

    Perjanjian ini juga sebagai tindak lanjut Head of Agreement antara kedua belah pihak yang mengatur kesepakatan pembentukan perusahaan patungan yang akan melakukan kajian dan pelaksanaan integrasi transportasi serta pengembangan kawasan berorientasi transit di Jabodetabek. (son)