PDIP Diminta Jadi Partai Pelopor, Jangan Pragmatis

14

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dalam Rapat Kerja Nasional Pertama PDIP yang akan digelar dalan waktu dekat, perlu dirumuskan langkah dan strategi politik Partai. “Rumuskan strategi tata kelola partai agar PDI Perjuangan sungguh-sungguh menjadi partai pelopor, yang mampu wujudkan pokok-pokok perjuangan yang saya sampaikan di atas,” ungkap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam keretangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (10/1).

Ia meminta partai pemenang pemilu ini terus berjuang untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai pelopor, partai yang solid dengan lima disiplin, disiplin ideologi, disiplin teori dan pemikiran, disiplin organisasi, disiplin tindakan dan gerakan!

“Anak-anakku, kemenangan elektoral harus dipastikan buah dari kerja politik konkret bagi rakyat, bangsa dan negara,” tekannya.

Jangan berpolitik dengan cara-cara pragmatis. Jangan menjadi politisi populis yang hanya sibuk mengobok-obok emosi rakyat, tapi di sisi lain tak ada keputusan politik nyata bagi rakyat.

Saatnya kita bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat, bangsa dan negara. Sekali lagi, stop berwacana politik! Rumuskan poltik legislasi, politik anggaran, politik pengawasan yang menjadi prioritas perjuangan kita. Rumuskan pembangunan bidang industri apa saja yang PDI Perjuangan akan rekomendasikan.

Pembangunan industri tersebut harus dipastikan sebagai upaya untuk pemenuhan kesejahteraan rakyat. Tiga pilar partai PDI Perjuangan, rumuskanlah prioritas pembangunan bidang kesejahteraan rakyat untuk memenuhi cita-cita rakyat Indonesia, seperti yang digambarkan oleh Bung Karno:

Di dalam masyarakat yang demikian itu, kita akan cukup sandang dan cukup pangan.Di dalam masyarakat yang demikian itu, anak-anak kita tak lagi menderita. Di dalam masyarakat yang demikian itu, kita tak lagi basah jikalau hujan turun, dan tak lagi kepanasan jikalau matahari terik.Di dalam masyarakat yang demikian itu, kita mudah sekali bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Di dalam masyarakat yang demikian itu, kita akan hidup bahagia menurut cita-cita orang tua jaman dahulu, tata tentrem kerta raharja. (grd)