DJKA Tandatangani Fakta Integritas, Ini Targetnya

    22
    MALANG (Bisnisjakarta)-
    Dalam rangka meningkatkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di tahun anggaran 2020, para pejabat di lingkungan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menandatangani Pakta Integritas. Ini adalah salah satu bentuk komitmen para Direktur dan Kepala Balai di lingkungan Ditjen Perkeretaapian dalam rangka good governance.

    Dirjen Perkeretaapian Zulfikri saat memberikan pengarahan pada acara rapat persiapan pelaksanaan kegiatan Ditjen Perkeretaapian Tahun 2020 di Malang, Sabtu (11/1) mengingatkan, agar semua pegawai Ditjen Perkeretaapian selalu menjaga integritas dalam bekerja. Setiap pegawai harus menunjukkan komitmen terhadap integritas dan etika, dan ini adalah pondasi dalam melaksanakan setiap kegiatan, mengingat anggaran DJKA adalah yang terbesar diantara unit kerja lain di lingkungan Kementerian Perhubungan.

    Acara yang dihadiri oleh lebih kurang 600 peserta yang terdiri dari Pejabat dan Pegawai di lingkungan Ditjen Perkeretaapian dari kantor pusat dan sepuluh UPT Balai seluruh Indonesia ini adalah dalam rangka evaluasi kegiatan Tahun 2019 dan persiapan kegiatan Tahun 2020.

    Zulfikri mengatakan, Tahun 2020  selain pembangunan jalur, yang tidak kalah penting adalah kegiatan  perawatan dan peningkatan jalur-jalur tersebut. Menjaga kualitas jalur dengan ukuran dan standar yang jelas tidak kalah pentingnya. Selama ini indikator pembangunan perkeretaapian adalah panjang jalur terbangun, untuk ke depan indikatornya adalah bagaimana Track Quality Index (TQI)-nya. "Ini penting agar kehandalan dan kualitas jalur terjaga dan perjalanan kereta lebih stabil dan nyaman," pesannya.

    Sementara itu, Sesditjen Perkeretapian Zulmafendi melaporkan, penyerapan keuangan Ditjen Perkeretaapian untuk Tahun 2019 sebesar Rp 14,8 trilyun dari pagu total sebesar Rp 17,6 trilyun. Kendala yang dihadapi memang sangat berat, misalnya pembebasan dan penertiban lahan.
    Sedangkan untuk pagu anggaran Ditjen Perkeretaapian Tahun 2020 adalah sebesar Rp 12,5 trilyun.

    Dalam kesempatan ini semua Direktur dan Kepala Balai, juga menandatangani Perjanjian Kinerja. Diharapkan dengan hal ini, kinerja  penyerapan tahun 2020 bisa lebih baik dari tahun lalu. (son)