Tahun Ini, AP II Targetkan Pendapatan Rp 12,8 Triliun

    36
    TANGERANG (Bisnisjakarta)-
    Tahun ini cukup penting bagi PT Angkasa Pura II karena merupakan awal dari dimulainya Corporate Strategic Transformation 2.0. Perseroan akan memanfaatkan berbagai potensi guna meraih peluang untuk membentuk pondasi yang kokoh dalam menyongsong era baru kebandarudaraan nasional. Demikian dikatakan Presdir PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Jakarta, Senin (13/1).

    Tahun inu, kata Awaluddin, PT Angkasa Pura II menargetkan pendapatan Rp12,8 triliun atau meningkat 34% dibandingkan dengan prognosa 2019. Adapun laba bersih pada 2020 diproyeksikan lebih dari Rp3 triliun dengan EBITDA Rp5,3 triliun. "Pendapatan pada tahun ini dikontribusikan dari bisnis aeronautika Rp6,26 triliun, dan non-aeronautika Rp6,54 triliun yang didalamnya sudah termasuk pendapatan kargo. Jadi, pertama kalinya mulai di tahun 2020 ini kontributor pendapatan terbesar PT Angkasa Pura II berasal dari bisnis non-aeronautika yaitu sebesar 51%,” ungkap Awaluddin.

    Konsep pengelolaan portofolio perusahaan juga sudah mulai dikembangkan tidak hanya bertumpu pada core business saja tapi sudah masuk ke adjacent business (beyond the core). Implementasi dari konsep ini adalah mengutilisasi secara maksimal revenue eksisting dalam bentuk “multi-sided” revenue stream, seperti : digital business, big data, transportation platform system, dan lain lain.

    Target-target tersebut dapat dicapai dengan juga memaksimalkan sinergi anak usaha melalui penerapan corporate parenting strategy dalam bentuk strategic control pada Angkasa Pura II Group dalam hal ini di PT Angkasa Pura Propertindo, PT Angkasa Pura Kargo, PT Angkasa Pura Aviasi, PT Gapura Angkasa, dan PT Angkasa Pura Solusi beserta dua anak usahanya yaitu PT Angkasa Pura Solusi Integra dan PT Angkasa Pura Sarana Digital. "Seluruh anak usaha ditargatken meraih pendapatan Rp3,4 triliun atau sekitar 26,7% dari total pendapatan 2020,” ungkap Muhammad Awaluddin.

    Sementara itu dari sisi operasional, PT Angkasa Pura II memproyeksikan jumlah penumpang pesawat seluruh bandara yang dikelola mencapai 93,92 juta penumpang atau naik sekitar 4,3% dibandingkan dengan tahun lalu.

    Pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 771.940 atau naik 4,2%, dan pengelolaan kargo naik 4,2% menjadi 802.177 ton.

    Di sisi layanan, PT Angkasa Pura II mengoptimalkan layanan berbasis digital yang sudah ada mau pun berbagai inovasi ke depan dengan Bandara Soekarno-Hatta sebagai tempat pengembangan berbagai platform digitalisasi itu.

    Tidak kalah penting juga, PT Angkasa Pura II (Persero) terus mengoptimalkan peran Bandara Soekarno-Hatta sebagai Pintu Gerbang Utama Indonesia, atau The Gate of Indonesia. Konsep besarnya sendiri adalah Bandara Sebagai Pusat Seni dan Budaya Indonesia (Airport as Art, Culture and Tourism Hub). "Salah satunya menjadikan Soekarno-Hatta sebagai tempat untuk memperkenalkan berbagai nuansa seni dan budaya Nusantara, serta ikon yang dimiliki di sejumlah daerah. Kami berharap masyarakat dapat semakin mencintai Tanah Air dan dunia internasional semakin mengetahui kekayaan seni dan budaya Indonesia," katanya.

    PT Angkasa Pura II menargetkan peringkat Soekarno-Hatta dapat membaik hingga masuk ke jajaran 30 besar bandara terbaik di dunia. (son)