Bangun Bandara Bukin Malintang, Pemkab Madina Hibah Lahan 126 Hektar

    146
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terkait pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Kemenhub Jakarta, Rabu (15/1).

    Penandatangan Kesepakatan bersama dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dengan Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution yang disaksikan Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis dan pejabat di lingkungan Ditjen Hubud.

    Polana mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama tersebut, diharapkan dapat segera dibangun bandar udara sebagai moda transportasi yang memberikan pelayanan masyarakat dari dan ke Mandailing Natal, mendukung kegiatan perekonomian, perdagangan dan peningkatan potensi wisata khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera. "Kami menyabut baik kesepakatan bersama ini, kami juga berharap, pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal, nantinya dapat menjadi titik tolak peningkatan pertumbuhan perekonomian di daerah setempat dengan meningkatnya jumlah penumpang dan kargo sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan," ujar Polana.

    Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution di damping Ketua DPRD Mandailing Natal, berharap pembangunan bandar udara di wilayahnya dapat terwujud mengingat jarak tempuh dari dan ke Madina melalui moda transportasi darat cukup jauh, seperti jarak tempuh dari Madina ke Padang memakan waktu 7 jam, sementara Madina ke Medan memakan waktu 11 hingga 12 Jam. "Kami menaruh harapan besar, bandara ini dapat terwujud mengingkat jauhnya jarak tempuh dari dan ke Madina. Dalam pembangunan bandara kami menghibahkan lahan kurang lebih 106 hektare dan akan disusul 20 hektare dari hibah Pemrov Sumut, dengan luasnya lahan, kami menargetkan panjang runway bisa mencapai 1.600 meter,” ungkap Dahlan.

    Dahlan mengemukakan, kehadiran bandara nantinya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta membuka potensi-potensi besar yang dimiliki seperti berbagai macam tanaman pertanian tumbuh dengan subur di Kabupaten Mandailing Natal.

    Salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal adalah perkebunan. Tanaman perkebunan yang paling dominan di daerah ini adalah kelapa sawit, tanaman karet serta kakao. Selain komoditi perkebunan tesebut, Kabupaten Mandailing Natal juga memiliki potensi dalam pengembangan tanaman Kopi, Kulit Manis, Kelapa, Kemiri, Aren dan Cengkeh. (son)